Jujur, Jajar lan Jejer Manembah Gusti Ilahi

Duk Djaman Semono, Kandjeng Edjang Boeyoet Ing Klero nate paring wewarah,".. Djoedjoer Lahir Bathin Berboedi Bowo Leksono Adedhasar Loehoering Agomo, Djedjer Welas Asih Sasamoning Titah Adedhasar Jiwo Kaoetaman Lan Roso Kamanoengsan, Lan Djadjar Manoenggal Wajibing Patrap Bebrayan Agoeng Adedhasar Endahing Tepo Salira Manembah Ngarsaning Goesti Allah Ingkang Moho Toenggal, Ngrenggo Tjiptaning Koesoema Djati Rila Adedharma Mrih Loehoering Bongso, Agomo, Boedoyo, Lan Sasamining Titahing Gesang Ing Ngalam Donya, Ikoe Lakoening Moekmin Sadjati.." [Wewaler KRT. Hasan Midaryo,1999]

Selasa, 14 September 2010

Syawalan Bani Suryaman Daly di Wates


taqoballaahu minna wa minkum
wa taqoballaahu ya karim
minal aidin wal fa aidin

Indahnya berlebaran bersama keluarga..

Setelah seluruh keluarga besar Bani Abuya Maulana Suryaman Daly melaksanakan Sholat Idul Mubarok di Alun-Alun Wates, kemudian mengikuti acara Syawalan bersama warga masyarakat RT. 74/RW. 34 Dipan Wates yang bertempat di Ndalem Pendopo Ageng Gedung Kesenian Wates, selanjutnya seluruh keluarga melaksanakan acara Atur Sembah Sungkeman halal bi halal keluarga di Ndalem Kakek Wates.

Sebagaimana sudah menjadi tradisi keluarga Bani Abuya Maulana Suryaman Daly, maka acara Atur Sembah Sungkeman Syawalan dibuka dengan adi cara pembukaan oleh anak tertua [pambarep], yakni Pak Wo' Ismu Daly.

Pelaksanaan adi cara pembukaan acara Atur Sembah Sungkeman dengan sambutan serta penyampaian hikmah Ramadhan, hikmah keberkahan bulan Syawal serta hikmah tabarukan birrul walaidain atau adab sungkeman dan permohonan maaf lahir wal bathin seluruh anak, menantu, dan cucu kepada sesepuh keluarga, yakni Kakeknda Abuya Maulana Suryaman Bin Syaikhuna Maulana Dal Iman dan Neneknda RA. Istiningsih Binti KRT. Ahmad Hasan Midaryo [Kakek-Nenek Wates] Tercinta.

Serta menghaturkan permohonan nasehat dan doa restu dari sesepuh agar seluruh keluarga besar mendapatkan keberkahan Ridho Gusti Allah Azza Wa Jalla, Syafaat Kanjeng Rasulullah Sayyidina Maulana Musthafa Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasalam, menjadi keluarga besar Mukmin Sejati yang berakhlaq Al Qur'an, kuat Iman, cinta amal ibadah, menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah, wa barakah, guyub rukun dan diberi limpahan murah rizqi serta keselamatan hidup, baik lahir bathin di dunia hingga akherat kelak dalam kemuliaan iman , ihsan dan Islam. Allahumma amiin Insya Allah..

Pembacaan doa mukadimah syawalan dan muhasabah halal bi halal, sebelumnya dimulai dengan bertawasul kepada Kanjeng Rasulullah, para leluhur di Jawa maupun di Sumatera.. Antara lain, menyampaikan salam takzhim serta doa rabithah bathin kami kepada :

1] Kedua orang tua Ramanda dan kakeknda kami tercinta, yakni :

1.1. Almarhum Abuya Syaikhuna Maulana Mohammad Daliman bin Datuk Haji Maulana Mohammad Faiman bin Datuk Haji Maulana Mohammad Abdullah bin Syaikh Maulana Mohammad Ali Asy-Syadzily di Pulau Sembilan, Sumatera Utara, yang dipusarakan di Gubah Maqam Mandala Medan, Sumatera Utara.

1.2. Almarhummah Ummi Siti Fatimah binti Raden Mas Wiro Semito bin Kyai Joyo Semito bin Pangeran Haji Abdullah As-Smitha Al Jawi, yang dipusarakan di Gubah Maqam Mandala, Medan, Sumatera Utara.

2] Kedua orang tua Ibunda dan Neneknda kami tercinta, yakni :

2.1. Almarhum Kanjeng Eyang KRT. Hasan Midaryo bin Kyai Ageng Karto Sentono bin Kyai ageng Karto Driya bin Raden Mas Wirono Rejo bin Kyai Ageng Wongsopati, yang telah dipusarakan di Sasanalaya Panembahan Wongsopati di Klero, Prambanan, Jogjakarta.

2.2. Almarhummah Nyai Siti Dariyah binti Kyai Sumo Marto bin Kyai Sumo Wicitro bin Kyai Demang Sumo Negoro bin Kyai Ageng Somongari, yang telah dipusarakan di Sasanalaya Panembahan Wongsopati di Klero, Prambanan, Jogjakarta.

3] Kakanda kami yang telah berpulang ke Hadratullah, yakni :

Almarhum Ismu Maulana Aji Daly, yang telah wafat sekitar tahun tujuh puluh enaman dan kemudian dipusarakan di Pasareyan Kyai Ageng Sastro di pinggir Kali Serang Pengasih, Kulon Progo, Jogjakarta.

Dan mengucapkan iqrar kalimatul haqq syahadatain oleh seluruh keluarga besar.

Pembacaan Adab Sholawat kepada Kanjeng Nabiyuna Maulana Musthafa Sayidina Muhammad Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasalam mengiringi pembukaan acara Atur Sembah Sungkeman dari seluruh anak, menantu dan cucu kepada Sesepuh keluarga, yakni Kakeknda Tercinta Abuya Maulana Suryaman Daly dan Neneknda Tercinta RA. Istiningsih.

Kakeknda Tercinta, Abuya Maulana Suryaman Daly dengan penuh rasa haru dan rasa syukur ke Hadratullah Robbul Maghfirah menyampaikan sepatah kata nasehat kepada seluruh anggota keluarga, serta harapan beliau bagi segenap keluarga, dan doa Beliau untuk seluruh keluarga besar agar menjadi keluarga besar yang di Ridhoi Gusti Allah Azza Wa Jalla menjadi satu bahtera Mukmin Sejati, Sholihin was sholihat, dan Keluarga Muslim yang berakhlaq mulia sebagaimana tuntunan Kanjeng Nabi Muhammad Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasalam kepada ummatnya.

Pak Wo' Ismu Daly mengawali acara Atur Sembah Sungkeman kepada Sesepuh, dengan menghaturkan salam sungkem takzhim, sembah sujud di kaki kedua orang tua dan menyampaikan permohonan maaf lahir wal bathin kehadapan Kanjeng Ramanda Tercinta, Abuya Maulana Suryaman Daly..

Bude Risda Hasan binti Ncik Hasan Musa, istri Pak Wo' Ismu Daly menghaturkan salam sungkem takzhim dan permohonan maaf lahir wal bathin selaku anak menantu kepada Ayah Mertua, Abuya Maulana Suryaman Daly..

Pak Wo' Ismu Daly mengaturkan salam sungkem takzhim dan sembah sujud permohonan maaf lahir wal bathin kepada Mamanda Tercinta, yakni Neneknda RA. Istiningsih..

Neneknda tercinta, RA. Istiningsih menerima salam sungkem takzhim dan sembah sujud permohonan maaf lahir wal bathin dari putra pambarep, yakni Pak Wo' Ismu Daly.. Dan Beliau juga memberikan nasehat-nasehat mulia serta doa restu pada keluarga baru Pak Wo' yang baru berumur setengah tahun.. hehehe..

Pak Wo' Ismu Daly menerima arahan nasehat dan doa dari Mamanda Tercinta, RA. Istiningsih..

Kanjeng Neneknda Tercinta, RA. Istiningsih sedang menerima salam takzhim dan sembah sujud dan permohonan maaf lahir wal bathin dari putri tercinta, yakni Mama Melina Daly [Anak Kedua] .. setelah sebelumnya, menghaturkan salam takzhim sembah sungkem dan permohonan maaf kepada Kanjeng Ramanda Tercinta, Abuya Maulana Suryaman Daly..

Kakeknda Tercinta, Abuya Maulana Suryaman Daly menerima salam takzhim sembah sungkem dan permohonan maaf dari menantu yang paling metal, yakni RM. Retno Hastoro suami dari Mama Eny Daly..

Kanjeng Neneknda Tercinta menerima salam takzhim sembah sungkem dan permohonan maaf lahir wal bathin dari putri tercinta, yakni Mama Melina Daly [Anak Kedua]..

Om RM. Retno Hastoro suami Mama Eny Daly menghaturkan sembah sungkem dan permohonan maaf lahir bathin kepada Ibu Mertua..

Kanjeng Neneknda RA. Istiningsih Tercinta menerima salam takzhim sembah sungkem dan permohonan maaf lahir bathin dari menantu, yakni RM. Retno Hastoro yang selanjutnya di ikuti oleh Mama Eny Daly..

Kanjeng Ramanda Tercinta, Abuya Maulana Suryaman Daly menerima salam takzhim sungkem dan permohonan maaf lahir bathin dari putri tercinta, yakni Mama Eny Daly [Anak Ketiga]..

Pak Wo' Ismu Daly saling bermaaf-maafan dengan Adinda Tercinta, Mama Melina Daly..

Kakek dan Nenek Wates menerima salam takzhim sembah sungkem dari seluruh anak, menantu dan cucu-cucu secara berurutan dari putra tertua sampai putra bungsu.. dengan suasana yang penuh haru dan khidmat..

Kedua Orang Tua adalah sumber kekuatan hidup dan pusaka perjalanan amal kehidupan di muka bumi ini..

Om Adhytia Daly [Anak Ke-Empat] sedang menghaturkan salam takzhim sembah sungkem dan permohonan maaf kepada Kanjeng Ramanda Tercinta, Abuya Maulana Suryaman Daly..

Om RM. Retno Hastoro, suami Mama Eny Daly sedang menjadi juru rekam..

Mama Eny Daly menghaturkan sembah sungkem dan memohon maaf kepada Kanjeng Mamanda Tercinta..

Dan tampak pula Mama Melina daly saling bermaaf-maafan dengan Pak Wo' Ismu Daly..

Wuih wuiih ampawnya de' Echi buaaaaaaaanyak bangeet.. hehehe mau di tabung buat beli Laptop buat de' Echi belajar..

[cucu Kakek Nenek Wates yang rajin menabung dan banyak piala juara melukisnya, kami sayaaaaang dan banggaa pada de' Echi.. rajin belajar ya.. jangan suka cengeng..?]

Kalo ada Mama Eny Daly.. suasana kebersamaan keluarga pasti seru..!!
Kami semua sayaaaaaaaang banget sama Ibu Guru.. hehe..

Om Adhytia Daly saling bermaaf-maafan dengan Kang Mas Tercinta, Pak Wo' Ismu Daly..

Om Indra Daly menghaturkan sembah sungkem dan memohon maaf kepada Kanjeng Mamanda Tercinta.. setelah sebelumnya bersujud dan menghaturkan permohonan maaf lahir wal bathin kepada Kanjeng Ramanda Tercinta..

Mama Eny Daly saling bermaaf-maafan dengan Kakanda Tercinta, Mama Melina Daly..
Inilah wanita-wanita tangguh berhati mulia dari negeri Wates kebanggaan keluarga..

Om Adhytia Daly saling bermaaf-maafan dengan Kang Mas tercinta, Pak Wo' Ismu Daly..


de' Echi menghaturkan sungkem dan bermaaf-maafan dengan Kakeknda Tercinta, Buya Maulana Suryaman Daly..

Om Adhytia Daly saling bermaaf-maafan dengan Kakak Ipar, Mbak Risda Hasan..

Nenek Wates Tercinta, RA. Istiningsih menerima sembah sungkem dari cucu tercinta, de' Hyuga putra kedua Mama Melina Daly..

"de' Hyuga minta maaf lahir bathin ya Nek..?"

Mama Melina Daly dan Om Adhytia Daly saling bermaaf-maafan..

Pak Wo' Ismu Daly saling bermaaf-maafan dengan Adimas Bungsu Tercinta, Om Indra Daly..

Nenek Wates Tercinta abis bagi-bagi amplop ampaw buat cucu-cucu.. wah asyiknya..

Pak Wo' Ismu Daly dan Bude Risda Hasan, istri Pak Wo' Ismu Daly menerima sungkem dari Om Indra Daly dan Hyuga Ahadan khaliq putra kedua Mama Melina Daly..

Pak Wo' menerima salam sungkem dari de Echi putri Mama Eny Daly..

Bude Risda Hasan menerima salam sungkem dari de Echi putri Mama Eny Daly..

Mama Melina Daly menerima salam sungkem permohonan maaf lahir bathin dari AdimasTercinta, Om Indra Daly yang jadi juru foto..

Bude Risda Hasan abis bagi-bagi ampaw nih, yee..
lhoo de' Echi kog bobok..?

de' Hyuga Ahadan Khaliq putra kedua Melina Daly lagi ngelamun wae..

Om Indra Daly memohon maaf pada Kakanda Tercinta, Mama Melina Daly..

Om Indra Daly dan Kang Mas Ipar, yakni Om RM. Retno Hastoro, suami Mama Eny Daly saling bermaaf-maafan..

Maaf lahir bathin ya Mas Toro.., kata Om Indra Daly sambil berlinang air mata.. " Iya, Ndra.. begitu juga sebaliknya, Mas Toro juga mohon maaf lahir bathin kalau banyak kesalahan, ya Ndra..?", jawab Mas Toro.

Om Bungsu Indra Daly memberikan sungkem dan memohon maaf pada Kakanda Tercinta, Mama Eny Daly.
Om Adhytia Daly sedang sibuk membalas kiriman sms dari sanak keluarga, dari Yayanknya dan calon Mertua, juga dari sahabat2 temen kuliah.. HP nya tambah dua lagi ya Om.. ben rame..

Wah lha kog Mama Melina Daly senyam-senyum dhewe ki..? Ono opo yaa..?

Kanjeng Ramanda Maulana Suryaman Daly sedang memberikan wejangan dan nasehat kepada seluruh anak-anak dan cucu-cucu.. kami semua sayaaaaaaaaang bangeeet sama Kakek..

Kakek pun berdoa :

Ya Allah
Ya Ilahi
Ya Robbul Maghfirah
Allahumma Subhana Anta Ya Robbana
Faghfirlana Ya Dzal Jalali wal Ikram

Jadikanlah kemuliaan orang-tua dan pendahulu kami
sebagai sanad yang mulia bagi kami dan keturunan kami
guna memperoleh Syafa'at RasulMu yang mulia, Ya Rabb..

Jadikanlah anak-anak dan keturunan kami
sebagai wujud limpahan rasa syukur kami padaMu, Ya Rabb..

Jadikanlah anak-anak dan keturunan kami
sebagai cahaya hati dan penyejuk bathin kami, ya Rabb..

Jadikanlah anak-anak dan keturunan kami
sebagai jalan derajat kesyahidan yang Engkau Ridhoi
untuk bersatu bersama RasulMu yang agung, Ya Rabb..

Jadikanlah anak-anak dan keturunan kami
sebagai hamba-hamba yang taat beribadah padaMu
dan para mukmin yang senantiasa berserah diri pada KuasaMu, Ya Rabb..

Jadikanlah anak-anak dan keturunan kami
sebagai sumber semangat hidup kami
dan semangat amal ibadah padaMu, Ya Rabb..

Ya Allah, terima-kasih atas segala limpahan Kasih-sayangMu yang indah..
Maka muliakanlah derajat hidup kami
Muliakanlah derajat kedua orangtua kami
Muliakan derajat para pendahulu kami
Dan muliakanlah derajat keimanan serta ibadah anak keturunan kami
Serta limpahkanlah keselamatan agung di alam dunya dan di akherat
Dalam nikmatnya amal ibadah lahir maupun bathin

Terima-kasih atas segala nikmat hidup yang telah Engkau limpahkan, Ya Rabb..

Engkaulah Cahaya hidup kami, Ya Allah
Segala puja puji syukur hanya padaMu, Ya Ilahi..

Amiin Ya Robbal 'Alamiin..



Om Bungsu Indra Daly memohon maaf kepada Kang Mas Panengah tercinta, yakni Om Adhytia Daly..
Welha kog Om Adhytia malah senyam-senyum dewe?
Apanya yang lucu, Om..?
Inilah calon pemimpin masa depan dan penerus Bani Abuya Suryaman Daly di tanah Jawi..

Mohon maaf lahir bathin ya Bro.. kalo pake motor jangan lupa ngisi bensin, ya Bro.. shampo Metalnya jangan di habisin, ya Bro.. hehehe, Om Adhytia Daly kog ya masih sempet2nya njawab sms.. wealadalah..

Suasana syawalan keluarga Bani Abuya Maulana Suryaman Daly yang penuh keharuan dan khidmat, meskipun Mas Agus Sunyoto, suami Mama Melinda Daly dan putra pertamanya, yakni de' Nova Laksana Kusuma Aji masih dalam perjalanan mudik ke rumah Kakek Wates.

de' Echi menghaturkan sembah sungkem dan memohon maaf pada Mamanya tercinta, Mama Eny Daly..
"de' Echi mohon maaf lahir bathin ya, Ma..?"

Ayoo makan-makan masakan Nenek Wates..

Om Adhytia Daly dah 2 piring tuh nambahnya..

Hyuga minta mimik abis ma'em ke Mama Melina Daly, dibelakang tampak Bude Risda Hasan menikmati hidangan..

Mama Eny Daly sedang sibuk membalas kiriman sms dari sanak saudara dan rekan kerjanya..

Om Adhytia Daly nambah sampai 3 piring.. laperr berat ya Om..?

Pak Wo' maem apaan tuh.. penuh banget..?

de' Hyuga mau nambah dagingnya, Maa..

Bude Risda Hasan tampak malu-malu menikmati hidangan masakan Mama Wates..

Echi merapikan kembali hidangan kue-kue ke meja..

Acara Halal Bi Halal ditutup dengan doa penutup oleh Ismu Daly yang pulang ke Wates bersama istrinya, yakni Bude Risda Hasan dari Jakarta via sepeda motor tuanya, Honda CB/GL100, hehehe..

Semoga seluruh keluarga besar Bani Abuya Maulana Suryaman Daly senantiasa dalam naungan payung agung Rahmatullah, senntiasa diberikan limpahan nikmat sehat wal afiyat, nikmat iman Islam, keberkahan hidup yang penuh dengan rasa syukur ke Hadirat Allah Yang Maha Tunggal, menjadi keluarga besar Mukmin sejati yang sakinah, mawadah, warahmat dan wabarakah, selamat sejahtera lahir bathin dunia wal akhirat.

Baiti Jannati sungguh terasakan indahnya rumahku adalah surgaku, keluarga adalah harta karun kehidupan yang tiada terkira dan Ridho Allahu wa Ridho Waliy doa restu orang tua menjadi pusaka jalani amal hidup.

KEBERSAMAAN DAN CINTA KASIH KELUARGA
ADALAH HARTA KEHIDUPAN YANG PALING INDAH DARIMU
YA ALLAH YA RABB..

CANDA CERIA DAN RASA SAYANG KELUARGA
ADALAH WUJUD KEBAHAGIAAN HIDUP YANG TIADA TERKIRA DARIMU
YA ALLAH YA RABB..



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar