Jujur, Jajar lan Jejer Manembah Gusti Ilahi

Duk Djaman Semono, Kandjeng Edjang Boeyoet Ing Klero nate paring wewarah,".. Djoedjoer Lahir Bathin Berboedi Bowo Leksono Adedhasar Loehoering Agomo, Djedjer Welas Asih Sasamoning Titah Adedhasar Jiwo Kaoetaman Lan Roso Kamanoengsan, Lan Djadjar Manoenggal Wajibing Patrap Bebrayan Agoeng Adedhasar Endahing Tepo Salira Manembah Ngarsaning Goesti Allah Ingkang Moho Toenggal, Ngrenggo Tjiptaning Koesoema Djati Rila Adedharma Mrih Loehoering Bongso, Agomo, Boedoyo, Lan Sasamining Titahing Gesang Ing Ngalam Donya, Ikoe Lakoening Moekmin Sadjati.." [Wewaler KRT. Hasan Midaryo,1999]

Minggu, 01 Agustus 2010

MENEMUKAN TRAH KYAI AGENG SUMONGARI DI LAMPUNG

Kanjeng Kyai Wedana Raden Mas Haji Mohammad Somo Marto
[Lahir: Somonggari 18 Maulud 1888, wafat: Lampung 14 Juni 1968]

Assalamu 'alaikum Warahmatullah wabarakatullah..

Alhamdulillahi Rabbul Haqq, bermodal risalah sanad silsilah, beberapa foto dokumentasi Eyang Buyut Kanjeng Raden Mas Wedana Mohammad Sumo Marto bin Kyai Ageng Somongari VII Ahmad Somo Wicitro [dapat dilihat di atas] dalam mencari sisil melik riwayat beliau, kesana-kemari mencari keturunan Eyang Buyut, atau sanak saudara yang tercerai-berai dari zaman pendudukan Jepang di Jawa sekitar tahun 1943 s/d 1945, hingga zaman reformasi kini, akhirnya saya mendapat Jawaban dari Gusti Allah Ingkang Moho Tunggal.

Dengan keterbatasan sumber informasi, data, dokumentasi maupun akses narasumber, saya mencoba menelusuri jejak sejarah Kyai Ageng Somongari. Hal ini bermula rasa keingin-tahuan mengetahui kisah sejarah hidup dan mengenal silsilah leluhur eyang putri saya, yakni Nyai Siti Dariyah Binti Kyai Wedana Mohammad Sumo Marto yang berasal dari Somongari, Purworejo.

Pada 25 Juli 2010, saya beserta keluarga perwakilan dari Keluarga Besar Jogjakarta berkesempatan menghadiri acara Tasyakuran Walimah saudara sepupu saya, yakni Raden Mas Henky Putra Jasuma Manunggal, S.Fil. putra dari Paman saya, Raden Mas Mohammad Ikhsan Wirun Wiranto Bin KRT. Ahmad Hasan Midaryo yang bermukim di 16 C Bantul-Metro, Lampung.

Alhamdulillah, rupanya event mulia ini menjadi sababiyah pertemuan kami dengan banyak sanak keluarga Trah Kyai Ageng Somongari [sanad silsilah Kanjeng Eyang Putri Raden Ajeng Siti Dariyah Binti Kyai Wedana Raden Mas Mohammad Sumo Marto, Somongari Purworejo] dan Trah Panembahan Wongsopati [sanad silsilah Kanjeng Eyang Kakung Raden Tumenggung Ahmad hasan Midaryo Bin Kyai Ahmad Karto Sentono, Klero Prambanan] yang berada di Palembang dan Lampung.

Sebelumnya tanggal 23 Juli 2010, saya bersama Ibunda RA. Istiningsih, Paman RM. Mohammad Isdiyanto, dan adik saya Adhytia Setya Ariwibawa, Amd berangkat ke Metro lampung dengan menggunakan Bus PO. Puspa Jaya dari Wates. Dan sampai di terminal 16 C Metro Lampung pada tanggal 24 Juli 2010 sore. Sementara beberapa minggu sebelumnya, Ibu Gedhe RA. Sri Mulyatmi sudah berangkat ke Metro terlebih dahulu dikawal putranya, RM. Mohammad Iskandar HM, Skom dengan maksud mendampingi Paman kami, RM. Mohammad Ikhsan Wirun Wiranto uleman mengundang seluruh sanak keluarga yang berada di Lampung.

Dan, Alhamdulillah, berkat Ridhlo Allah dan doa restu segenap sanak sedulur di Jawa maupun Palembang dan Lampung, acara Tasyakuran Walimah saudara sepupu saya, RM. Henky Putra Jasuma Manunggal berjalan lancar dan penuh berkah, Alhamdulillah. Terima-kasih, Ya Allah..


A. TRAH EYANG WEDANA RM. SOMO MARTO & NYAI SITI JUMILAH [ISTRI PERTAMA]


Adalah Eyang Buyut kami, Kanjeng Kyai Wedana Raden Mas Mohammad Sumo Marto putra dari Kyai Ageng Somongari VII terlahir di Somongari pada tanggal 18 Maulud 1888 dan wafat di Metro Lampung pada hari Jum'at Pon tanggal 14 juni 1968. Selanjutnya, berdasar kesepakatan musyawarah Keluarga Besar Trah Kyai Ageng Somongari di Jawa dan anak keturunannya yang berada di Lampung, makam Eyang Kyai Wedana RM. Sumo Marto kemudian diputer giling atau dipindah ke Sasanalaya Kanjeng Kyai Ageng Somongari yang berada di Desa Somongari, Kali Gesing, Purworejo.

Eyang Buyut Kyai Wedana RM. Sumo Marto menikah 2 kali, yang pertama Beliau menikah dengan RA. Siti Jumilah di Somongari. Dari pernikahan Beliau yang pertama, lahirlah putri tunggalnya yang bernama Raden Ajeng Siti Dariyah di Somongari. Namun karena keadaan di Jawa sedang genting dalam perang melawan pendudukan Belanda dan Jepang, maka Eyang Buyut RM. Sumo Marto dalam penugasannya sebagai Mantri Polisi ke Lampung turut serta membawa keluarga hingga menjadi seorang pejabat Wedana di Pring Sewu Lampung.

Kemudian, RA. Siti Dariyah menikah dengan RM. Ahmad Samiyo Bin Kyai Wedana Raden Mas Mohammad Samijoyo di Pring Sewu Lampung, dan lahir keturunan tunggal, yakni :
1] Raden Mas Mohammad Slamet [Tanjung Karang, Bandar Lampung]

Pada saat penugasan sebagai pilot pesawat perang AURI, RM. Ahmad Samiyo gugur di atas Sungai Musi Palembang karena pesawat yang diawakinya meledak setelah tertembak Jepang. Sehingga beliau anumerta di Sungai Musi, karena kondisi demikian maka diambillah air dan tanah Sungai Musi untuk dijadikan syarat makam Beliau.

Setelah RM. Ahmad Samiyo wafat, maka RA. Siti Dariyah menjadi janda dengan satu putera dan bermukim di Pring Sewu Lampung menjadi perawat para pejuang. Rupanya RA. Siti Dariyah bertemu dengan RM. Ahmad Hasan Midaryo yang sedang dalam penugasan kemiliteran di Kota Lampung dari Kesatuan Brigade VII Jogjakarta. Singkat cerita, RA. Siti Dariyah kemudian dilamar oleh RM. Ahmad Hasan Midaryo dan diboyong ke Jogjakarta untuk menikah.

Dari pernikahan yang keduanya, RA. Siti Dariyah dan RM. Ahmad Hasan Midaryo kemudian dikaruniai keturunan, antara lain :
1] Raden Ajeng Sri Mulyatmi (Piyungan Bantul, Jogjakarta)
2] Raden Ajeng Istiningsih (Wates Kulon Progo, Jogjakarta)
3] Raden Mas Mohammad Isdiyanto (Piyungan Bantul, Jogjakarta)
4] Raden Mas Mohammad Ikhsan Wirun Wiranto (16 C Bantul, Metro Lampung)

Kemudian setelah Eyang Buyut Putri Raden Ajeng Siti Jumilah wafat, Eyang Buyut Kakung Kyai Wedana Raden Mas Mohammad Sumo Marto selanjutnya menikah dengan Eyang Buyut Putri Nyai Siti Kemiyem, dan bermukim hingga wafatnya di Kota Metro Lampung. Dari pernikahan Beliau yang kedua inilah kemudian terlahir lima orang anak yang menjadi Trah Somongari Lampung, antara lain :
1] Raden Ajeng Siti Karni Saring (43 Metro Lampung)
2] Raden Mas Mohammad Karno Marto (43 Metro Lampung)
3] Raden Mas Mohammad Karsino Marto (43 Metro Lampung)
4] Alm. Raden Mas Mohammad Karmin Marto (43 Metro Lampung)
5] Raden Ajeng Siti Karsinah (43 Metro Lampung)

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah keterangan mengenai Trah Kyai Ageng Somongari yang berada di Lampung dan Palembang, sebagaimana keterangan yang saya terima dan catat dari Eyang Kakung Raden Mas Mohammad Karno Saring saat temu kangen di Kediaman Paman kami, RM. Moh. Ikhsan Wirun Wiranto.

Demikian, untuk informasi selebihnya, Insya Allah, akan saya uraikan di bawah.

Adapun silsilah Eyang Putri Nyai Raden Ajeng Siti Dariyah dari sanad nasab keturunan Kyai Wedana Raden Mas Mohammad Sumo Marto dan Nyai Raden Ajeng Siti Jumilah [Isteri Pertama], sebagai berikut :

Nyai Raden Ajeng Siti Dariyah
Binti
Kanjeng Kyai Muhammad Sumo Marto
[Lahir di Somongari 18 maulud 1888, wafat di Metro Lampung Jum'at Pon 14 Juni 1968]
Bin
Kanjeng Kyai Muhammad Sumo Citro
[Lurah Somongari III di Kemanukan, 1876–1880]
Bin
Kanjeng Raden Mas Suto Semito
[Lurah Somongari II di Kemanukan, 1869-1876]
Bin
Kanjeng Raden Mas Sastro Suwongso
[Lurah Somongari I di Kemanukan, 1863-1869]
Bin
Kanjeng Kyai Imam Ahmad Darso
[Kyai Imam Masjid Agung Tanjung Anom]
Bin
Kanjeng Kyai Imam Ahmad Purbo Kusumo
[Kyai Imam Langgar Agung Sumongari]
Bin
Kanjeng Pangeran Kedhana Kedhini
[Kyai Ageng Sumongari-I]
Bin
Kanjeng Kyai Imam As’ngari Mentosoro
[Kyai Masjid Agung Tanjung Anom]
Bin
Kanjeng Pangeran Ahmad As’ngari Nila Sraba
[Kenthol Bagelen]
Bin
Kanjeng Sunan Geseng Kyai Ageng Abdurrahman As’ngari
[Panembahan Cokro Joyo Ing Jolo Sutro, Piyungan, Bantul 1525]
Bin
Kanjeng Panembahan Maulana Husein As’ngari
Panembahan Wono Joyo, 1521]
Bin
Kanjeng Pangeran Maulana Wahdi As’ngari Wirantoko
Bin
Kanjeng Pangeran Maulana Hasan As’ngari Ing Kartosuro, Pajang
Bin
Kanjeng Panembahan Maulana Ahmad As’ngari
[Kyai Imam Masjid Agung Demak Bintoro]
Bin
Kanjeng Syaikhuna Maulana Muhammad
Bin
Kanjeng Syaikhuna Maulana Husein
Bin
Kanjeng Syaikhuna Maulana Askib
Bin
Kanjeng Syaikhuna Maulana Muhammad Wahid
Bin
Kanjeng Syaikhuna Maulana Hasan
Bin
Kanjeng Syaikhuna Maulana Asir
Bin
Kanjeng Syaikhuna Maulana ‘Alawi
Bin
Kanjeng Syaikhuna Maulana Ahmad
Bin
Kanjeng Syaikhuna Maulana Musarir
Bin
Kanjeng Syaikhuna Maulana Jazar
Bin
Kanjeng Syaikhuna Maulana Musa
Bin
Kanjeng Syaikhuna Maulana Hajar
Bin
Kanjeng Sayyidina Al Imam Ja’far Ash-Shoddiq Radhiyallahu ‘Anhu
Bin
Kanjeng Sayyidina Al Imam Muhammad Al Baqir Radhiyallahu ‘Anhu
Bin
Kanjeng Sayyidina Al Imam Ali Zainal Abidin Al Madani Radhiyallahu ‘Anhu
Bin
Kanjeng Sayyidina Al Imam Hussain Radhiyallahu ‘Anhu
Bin
Kanjeng Sayyidina Al Imam Ali Murtadho Karamallahu Wajhah Radhiyallahu ‘Anhu
Bin
Abi Thalib

Dan sebagaimana adat tradisi Trah Kyai Ageng Somongari, maka seluruh trah keturunannya akan berkumpul setiap tahun pada bulan Shafar untuk melaksanakan Tradisi Grebek Jolenan atau Grebeg Saparan, guna memperingati Haul daripada Kanjeng Pangeran Kedhana Kedhini, salah satu Ulama dan Budayawan Jawa yang dipusarakan di Sasanalaya Somongari, Purworejo.

Selain itu, terdapat pula Tradisi Muludan, atau peringatan Maulid Kanjeng Nabi Muhammad Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasalam yang diperingati setiap jatuh bulan Mulud Jawa dengan pelaksanaan pembacaan Kitab Maulid Barzanji oleh para ulama Somongari.


B. TRAH EYANG WEDANA RM. SOMO MARTO & NYAI SITI KEMIYEM [ISTRI KEDUA]


Eyang RM. Moh. Karno Marto Saring Bin RM. Sumo Marto
Sesepuh Trah Ageng Kyai Ageng Somongari Lampung

Berikut adalah beberapa keterangan yang berkaitan dengan sejarah singkat Kanjeng Eyang Buyut Kyai Wedana Raden Mas Mohammad Somo Marto dengan Kanjeng Nyai Siti Kemiyem, yang saya terima langsung dari putra sulung Beliau, yakni Eyang Kakung Kanjeng Kyai Raden Mas Mohammad Karno, atau lazim disebut Mbah Saring. Mbah Saring, sebagai putra Sulung merupakan Sesepuh Keluarga Besar Trah Kyai Ageng Somongari di Lampung dan Palembang. Selain itu, Beliau merupakan ulama sepuh dan seorang Tabib tradisional yang sangat bersahaja.

Adapun tradisi Saparan yang dilaksanakan di Somongari guna memperingati Haul Kanjeng Kyai Ageng Somongari juga dilaksanakan di Kota Metro Lampung, meskipun pelaksanaannya masih sebatas dilestarikan oleh pihak keluarga saja. Beberapa warisan Ilmu Tasawuf serta Tradisi Budaya Jawa tinggalan Kanjeng Sunan Kali Jaga juga tetap di lestarikan oleh segenap keluarga Trah Kyai Wedana Raden Mas Mohammad Sumo Marto di Lampung.

Alhamdulillah, setelah 34 tahun mencari akhirnya saya dipertemukan Gusti Allah dengan Beliau pada saat acara Tasyakuran Walimah saudara sepupu saya, RM. Henky Putra Jasuma Manunggal, S.Fil. di kediaman Paman kami, RM. Mohammad Ikhsan Wirun Wiranto yang berada di 16 C Metro Lampung, pada tanggal 25 Juli 2010.

Singkat cerita, setelah istri pertama Eyang Buyut Kyai Wedana Raden Mas Mohammad Sumo Marto, yakni Eyang Buyut Putri Raden Ajeng Siti Jumilah wafat, Eyang Buyut Kakung Kyai Wedana Raden Mas Mohammad Sumo Marto selanjutnya menikah dengan Eyang Buyut Putri Nyai Siti Kemiyem, putri seorang Wedana di Metro Lampung.

Dari pernikahan kedua Eyang Buyut Kyai Wedana Raden Mas Sumo Marto inilah kemudian terlahir lima orang anak yang menjadi Trah Somongari Lampung, atau saudara tiri dari Eyang Putri kami, Raden Ajeng Siti Dariyah, antara lain :

1] Raden Ajeng Siti Karni Saring (43 Metro Lampung)
2] Raden Mas Mohammad Karno Marto (43 Metro Lampung)
3] Raden Mas Mohammad Karsino Marto (43 Metro Lampung)
4] Alm. Raden Mas Mohammad Karmin Marto (43 Metro Lampung)
5] Raden Ajeng Siti Karsinah (43 Metro Lampung)

Adapun silsilah Eyang Kakung Raden Mas Mohammad Karno Marto [Mbah Saring] dari sanad nasab Kyai Wedana Raden Mas Mohammad Sumo Marto dan Nyai Siti Kemiyem [Isteri Kedua], adalah sebagai berikut :

Raden Mas Mohammad Karno Marto
[Mbah Saring]
Bin
Kanjeng Kyai Muhammad Sumo Marto
[Lahir di Somongari 18 maulud 1888, wafat di Metro Lampung Jum'at Pon 14 Juni 1968]
Bin
Kanjeng Kyai Muhammad Sumo Citro
[Lurah Somongari III di Kemanukan, 1876–1880]
Bin
Kanjeng Raden Mas Suto Semito
[Lurah Somongari II di Kemanukan, 1869-1876]
Bin
Kanjeng Raden Mas Sastro Suwongso
[Lurah Somongari I di Kemanukan, 1863-1869]
Bin
Kanjeng Kyai Imam Ahmad Darso
[Kyai Imam Masjid Agung Tanjung Anom]
Bin
Kanjeng Kyai Imam Ahmad Purbo Kusumo
[Kyai Imam Langgar Agung Sumongari]
Bin
Kanjeng Pangeran Kedhana Kedhini
[Kyai Ageng Sumongari-I]
Bin
Kanjeng Kyai Imam As’ngari Mentosoro
[Kyai Masjid Agung Tanjung Anom]
Bin
Kanjeng Pangeran Ahmad As’ngari Nila Sraba
[Kenthol Bagelen]
Bin
Kanjeng Sunan Geseng Kyai Ageng Abdurrahman As’ngari
[Panembahan Cokro Joyo Ing Jolo Sutro, Piyungan, Bantul 1525]
Bin
Kanjeng Panembahan Maulana Husein As’ngari
Panembahan Wono Joyo, 1521]
Bin
Kanjeng Pangeran Maulana Wahdi As’ngari Wirantoko
Bin
Kanjeng Pangeran Maulana Hasan As’ngari Ing Kartosuro, Pajang
Bin
Kanjeng Panembahan Maulana Ahmad As’ngari
[Kyai Imam Masjid Agung Demak Bintoro]
Bin
Kanjeng Syaikhuna Maulana Muhammad
Bin
Kanjeng Syaikhuna Maulana Husein
Bin
Kanjeng Syaikhuna Maulana Askib
Bin
Kanjeng Syaikhuna Maulana Muhammad Wahid
Bin
Kanjeng Syaikhuna Maulana Hasan
Bin
Kanjeng Syaikhuna Maulana Asir
Bin
Kanjeng Syaikhuna Maulana ‘Alawi
Bin
Kanjeng Syaikhuna Maulana Ahmad
Bin
Kanjeng Syaikhuna Maulana Musarir
Bin
Kanjeng Syaikhuna Maulana Jazar
Bin
Kanjeng Syaikhuna Maulana Musa
Bin
Kanjeng Syaikhuna Maulana Hajar
Bin
Kanjeng Sayyidina Al Imam Ja’far Ash-Shoddiq Radhiyallahu ‘Anhu
Bin
Kanjeng Sayyidina Al Imam Muhammad Al Baqir Radhiyallahu ‘Anhu
Bin
Kanjeng Sayyidina Al Imam Ali Zainal Abidin Al Madani Radhiyallahu ‘Anhu
Bin
Kanjeng Sayyidina Al Imam Hussain Radhiyallahu ‘Anhu
Bin
Kanjeng Sayyidina Al Imam Ali Murtadho Karamallahu Wajhah Radhiyallahu ‘Anhu
Bin
Abi Thalib

Berikut adalah Keluarga Besar Trah Kyai Ageng Somongari VII yang berada di Lampung dan Bengkulu, antara lain :

1. Kyai Wedana Raden Mas Sumo Marto dan Nyai Siti Kemiyem, berketurunan antara lain :

1] Raden Ajeng Siti Karni Saring (43 Metro Lampung)
2] Raden Mas Mohammad Karno (43 Metro Lampung)
3] Raden Mas Mohammad Karsino (43 Metro Lampung)
4] Alm. Raden Mas Mohammad Karmin (43 Metro Lampung)
5] Raden Ajeng Siti Karsinah (43 Metro Lampung)

2. Trah Kyai Wedana RM. Sumo Marto di 43 Metro Lampung

1] Raden Ajeng Siti Karni Saring dan Kyai Ahmad Dahwan berkedudukan di 43 Metro lampung, berketurunan antara lain :

(1) RA. Mujiyati + Jumadi (43 Metro Lampung)
(2) RA. Sumini + Alm. Prayit (43 Metro Lampung)
(3) RA. Surati + Tukino (43 Metro Lampung)
(4) RM. Suyadi + Marsinem (43 Metro Lampung)
(5) RA. Sutiyarsih + Ponimin (43 Metro Lampung)
(6) RA. Sutini + Wantoro (43 Metro Lampung)


2] Raden Mas Mohammad Karno Marto dan Almarhumah Nyai Siti Suripah, berdudukan di 43 Metro Lampung, berketurunan antara lain :

(1) RA. Marni + Giyono berkedudukan di Sumber Rejo 43 Polos Metro Lampung, dan berketurunan antara lain :

<1> Supriyati + Wahidin Rasyid, berkedudukan di Sumber Rejo 43 Polos Metro Lampung, dan berketurunan antara lain :
{1} Arkam Amrullah
{2} Mohammad Abdal Zikry

<2> Jahidin Fikri + Mirda berkedudukan di Palembang, dan berketurunan antara lain :
{1} Dinda Orlanda

<3> Amin Fadillah (Sumber Rejo 43 Polos Metro Lampung)

(2) RM. Marlan + Sumarni berkedudukan di Sumber Rejo 43 Metro Lampung, dan berketurunan antara lain :

<1> Elly Prasetiyo
<2> Rita Irmayani
<3> Khairul Fahmi

(3) RA. Mariyem + Mukhsin berkedudukan di Tanggerang, Banten, dan berketurunan antara lain :

<1> Eko Prasetyo + Sumiyati
<2> Dwi +
<3> Tri Kuswatun Hasanah
<4> Komar

(4) RM. Slamet + Siti Robi'ah, berkedudukan di Sumber Rejo, 43 Metro Lampung, dan berketurunan antara lain :

<1> Neneng Widia Astuti
<2> Firmansyah

(5) RM. Kisan + Yuliyah (43 Metro Lampung)

(6) RA. Marsiti + Rukman Ardiyansah (43 Metro Lampung)

(7) RM. Marsido + Umi Kulsum (43 Metro Lampung)


3] Raden Mas Mohammad Karsino dan Nyai Muryani berkedudukan di 43 Metro Lampung, berketurunan antara lain :

(1) RA. Wiwik + Widodo (Bengkulu)
(2) RA. Iyun + Gunawan (43 Metro)
(3) RA. Eny + - (Bengkulu)
(4) RM. Andri - (Bengkulu)


4] Alm. Raden Mas Mohammad Karmin di pusarakan di 43 Metro Lampung.


5] Raden Ajeng Siti Karsinah dan Mohammad Udin, berkedudukan di 43 Metro Lampung, berketurunan tunggal, yakni :

(1) RM. Mohammad Agus + Yani (43 Metro Lampung)


C. TRAH PANEMBAHAN WONGSOPATI YANG BERADA DI LAMPUNG


I. Trah Eyang Raden Mas Mangun Diarjo di Lampung

Berikut adalah keturunan dari Eyang Raden Mas Mangun Diarjo dari putranya yang bernama Kyai Wedana Raden Mas Sastro Wiyarso [Mbah Parjan] yang berkedudukan di Karang Anyar Metro dan di Kota Agung, Lampung.

1. Kyai Wedana Raden Mas Sastro Wiyarso [Mbah Parjan] + Siti Painem di Karang Anyar Metro, Lampung berketurunan, antara lain :

1] RA. Minten
berkedudukan di Sonayan, Gendeng, Prambanan, Jogjakarta

2] Alm. RM. Muhni
berkedudukan di Gemiling, Bandar Lampung

3] RA. Siti Painem
berkedudukan di Karang Anyar, Metro Lampung

4] RM. Hasan
berkedudukan di Kalasan, Sleman, Jogjakarta

5] RA. Siti Tumiyem
berkedudukan di Kenteng, Prambanan, Jogjakarta

Generasi kedua tercatat, antara lain :

1. Siti Marjiyah + Alm. Ahmad
berkedudukan di Kota Agung, Lampung

2. Siti Sarjiyem + Suparno

3. Siti Kopar + Pendi
berkedudukan di Palembang, Sumatera Selatan dan berketurunan, antara lain :

4. Samijo + Siti Mugini
berkedudukan di Karang Anyar 2 A, Lampung Selatan dan berketurunan, antara lain :

[1] Pono + Erni
berkedudukan di Karang Anyar 2 A, Lampung Selatan dan berketurunan, antara lain :
{1} Anis
{2} Elsa
{3}

[2] Ponilawati + Beny
berkedudukan di Karang Anyar 2 A, Lampung Selatan dan berketurunan, antara lain :
{1} Kaesa Sabrina Mahayani
{2} Aliyatun Hasanah

[3] Rika Ariani + Abujar Bin Sunarni Palembang
berkedudukan di Karang Anyar 2 A, Lampung Selatan dan berketurunan, antara lain :
{1} Risa Al Khorni

5. Sutardi + Siti Parti
berkedudukan di gemiling, Bandar Lampung.

II. Trah Klero Prambanan di Lampung

Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari paman Giman Bin Musni dari keluarga besar Trah Wongsopati yang berada di Ledok Jati Agung, Karang Anyar, Lampung Selatan dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Keluarga Eyang Putri Siti Paijem [adik Eyang Raden Mas Musni bin Kyai Kromo Dimejo Klero] dan Raden Mas Kromo Arjo

[1] Keluarga Sugiman di Karang Anyar Metro Lampung
[2] Keluarga Jumadi di Karang Anyar Metro Lampung
[3] Keluarga Triyono di Karang Anyar Metro Lampung
[4] Keluarga Sumadi di Karang Anyar Metro Lampung

2. Keluarga Mbah Kromo Dimejo

1] Keluarga Alm. Suwardi di Klero, Prambanan, Jogjakarta

2] keluarga Wahono di Klero, Prambanan, Jogjakarta

3] Keluarga Darsono di Klero, Prambanan, Jogjakarta

4] Keluarga Tukiyati di Kuningan Cirebon, Jawa Barat

5] Keluarga Sriyanti di Klero, Prambanan, Jogjakarta

6] Keluarga Suratman di Klero, Prambanan, Jogjakarta

7] Keluarga Alm. Singkir Kirno di Klero, Prambanan, Jogjakarta

8] Keluarga Warsini di Klero, Prambanan, Jogjakarta

9] Keluarga Almh. Yunarti di Klero, Prambanan, Jogjakarta

3. Keluarga Mbah Mikem Bin Kromo Dimejo dan Mbah Siti Paidah di Kokap, Kulon Progo, Jogjakarta

1] Santoso di Jogjakarta
2] Suprapto di Jogjakarta
3] Sujono di Jogjakarta
4] Sutejo di Jogjakarta
5] Sridadi di Jogjakarta
6] Sutikno di Jogjakarta
7] Sudarsono di Gemiling Bandar Lampung


Akhir kata, saya menyadari banyak sekali kekuarangan dan keterbatasan materi risalah ini, untuk itu saya mohon maaf serta maklum adanya. Atas dukungan informasi, data ataupun dokumentasi berkaitan dengan sejarah Kyai Ageng Somongari, Kyai Kedana Kedini, Nyai Siti Dariyah, saya haturkan banyak terima-kasih. Lima papat punjul enem, menawi lepat nyuwun ngapunten, matur nuwun.

Demikianlah kiranya catatan singkat saya selama mudzakarah di Metro Lampung. Mohon maaf bila masih banyak terdapat kekurangan dan keterbatasan isi materi, baik informasi, data, dokumentasi, maupun catatan sejarah. Terima-kasih atas segala perhatian dan dukungan.

Pejaten, 27 Juli 2010
Ismu Pagu Al Daly

8 komentar:

  1. mas saya sangat tertarik dengan artikel ini saya adalah cucu keturunan dari eyang kromo sentono desa wates lampung beliau pernah menjabat sebagai lurah pertama desa wates lampung pringsewu kiranya mas biasa memberikan wejangan tentang silsilah saya,saya akan sangat berterimaksaih karena saya ingin mengenal leluhur saya saya adalah cucu dari anak eyang kromosentono yaitu ibu darinah binti kromosentono dengan nama suami mbah kakung taniran sekiranya tidak merepotkan tolong saya di bantu

    BalasHapus
  2. saya pengin tau leluhur saya katanya eyang masih keturunan sunan geseng eyang namanya cokrodimejo dari godean jogja meninggal pada masa hangabei sblm proklamasi mhn bantuan dcek masih ada trah ga

    BalasHapus
  3. salam..
    saya sedang mencari keluarga asli mbah saya yang telah hilang. nama mbah saya yusuf sumadi, lahir di pringsewu lampung. menurut penuturan mbah saya..beliau memiliki orang tua asli yang bernama bongso. tapi tidak menjelaskan secara jelas keluarga mbah bongso tsb. menurut cerita beliau, sejak masih bayi, mbah yusuf sumadi ditemukan orangtua angkatnya di pematang sawah dan diasuh hingga besar.nama orang tua angkatnya adalah mbah suwardi. dan bertempat tinggal juga di pringsewu lampung. mohon bantuannya mas untuk menemukan keluarga mbah saya itu. karna saat ini mbah saya sakit keras dan selalu menyebut nama orangtua asli nya itu..mbah bongso.
    semoga mas-mas disini bisa membantu
    terimakasih

    BalasHapus
  4. Yth. Mas Nevo dimanapun berada.

    Secara administratif, Desa Wates dibagi menjadi 6 dusun, yaitu Dusun Umbulrejo, Wonorejo, Kalirejo, Watea, Umbulkluih, dan Selorejo. Areal Desa Wates kurang lebih 2.771 ha, dengan batas wilayah sebelah utara adalah Gunung Pesawar, sebelah selatan dengan Desa Sumberjaya, batas sisi Barat adalah Desa Gunungrejo, dan batas timur adalah Desa Bunut.

    Wilayah Desa Wates rata-rata berada pada ketinggian 40-175 m di atas permukaan air laut. Berbagai jenis tanaman budidaya tumbuh subur di daerah ini. Tanaman tersebut, adalah kelapa, kopi, pisang, lada, dan tanaman lahan persawahan. Kegiatan perkebunan kopi dan lada, berdasarkan keterangan penduduk setempat sudah dimulai sejak pemerintahan kolonial (1800-an) dan berakhir tahun 1960-an. Saat ini lahan perkebunan tersebut dikelola oleh penduduk.

    Eyang Kromo Sentono (Lurah pertama di Desa Wates), mengapa disebut Dewa Wates? Karena, pada tahun awal tahun 1900, pemerintahan kolonial Hindia Belanda memindahkan sebagian warga penduduk Wates di Kadipaten Adikarta (sekarang Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta) ke Lampung untuk dipekerjakan di Area Perkebunan Milik Pemerintah kolonial Hindia Belanda di Lampung (sebelumnya dikelola oleh VOC).

    Bisa jadi, keluarga Eyang Kromo Sentono dan semua keluarga tertua (Cikal bakal) Desa Wates (sebelumnya hanya bagian dari wilayah district [dusun]) merupakan kelompok urban pertama yang dikirim pemerintah Orde Lama ke Lampung. Masa pemerintahan Presiden Soekarno.

    Dan dalam perkembangannya, Desa Wates dibawah kepemimpinan Lurah Kromo Sentono kemudian berkembang menjadi 6 dusun sejak awal tahun 1970an. Terutama paska peristiwa pembersihan warga masyarakat dari pengaruh PKI tahun 1965 hingga 1970an.

    Matur nuwun.

    BalasHapus
  5. Yth. Okky Cibernet Paranormal dimanapun berada.

    Untuk napak tilas leluhur, silahkan Panjenengan memulainya dengan bersilaturahmi dan berziarah ke Makam Nyai Candi (Nyi ageng Bagelen) di Bagelen, Purworejo sebagai cikal bakal Trah Ageng Cokrojayan.

    Untuk lebih jelasnya, bagaimana koneksi hubungan antara Eyang Cokrodimejo dengan Kanjeng Sunan Geseng (Raden Mas Cokrojoyo), silahkan Panjenengan silaturahmi ke Dusun Jolosutro, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Letaknya, kira-kira 2 km di sebelah kanan Jalan Yogyakarta-Wonosari Km.14 (kalau datang dari arah Kota Yogyakarta).

    Silahkah, Panjenengan sebelumnya kontak ke Kyai Juru Kunci Makam Jolosutro, untuk info lebih lanjut tentang jalur silsilah Eyang panjenegan kontak nomor Beliau di : 081328802875 (Juru Kunci Makam Sunan Geseng Jolosutro, Piyungan, Bantul, Yogyakarta)

    Matur nuwun..

    BalasHapus
  6. Yth. Amorfati dimanapun berada..

    Sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya dengan keterlambatan jawaban di blog ini, karena sekian lama blog ini tidak dapat dioperasikan lagi akibat di hacking pihak yang tidak bertanggung-jawab.

    Ayah Panjenengan bernama Bapak Yusuf Sumadi (kelahiran Pringsewu) bin Eyang Bongso, kalau menyimak kisah Panjenengan, Eyang Bongso kecil terpisah dari keluarganya kira2 tahun 1941an, pada masa Perang Dunia-II atau menjelang masuknya Jepang pada Perang Asia Timur Raya ke Jawa. Pada masa ini, sering terjadi kasus pelarian para pekerja Perkebunan yang dikejar2 Tentara KNIL Belanda di daerah Lampung, khususnya di daerah Pringsewu yang menjadi Distrik Pemukiman Orang Jawa terbesar di lampung pada masa itu.

    Bisa jadi, kisah Eyang Panjenengan hingga terpisah dari kedua orang tuanya? Karena kedua orang tuanya gugur dalam pelarian di daerah pesawahan itu hingga diketemukan oleh Mbah Suwardi yang selanjutnya menjadi orang tua angkat Mbah Bongso.

    Selain, menjadi pekerja paksa pada Perusahaan Perkebunan milik Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda, banyak warga Jawa yang berasal dari Yogyakarta dan Purworejo di transmigrasikan secara paksa di daerah Pringsewu.

    Di daerah Somongari, Purworejo, Jawa Tengah dari info yang saya peroleh ada kisah bahwa pada masa itu banyak warga Somongari yang ditransmigrasikan ke daerah Pringsewu untuk bekerja di Perkebunan Hindia Belanda. Salah satunya, yang hingga kini masih dianggap hilang adalah seseorang yang bernama Bongso Sumadi Bin Raden Bongso Dikromo yang masih Trah Kyai Ageng Somongari. Wallahu 'alam, bila nyambung, njih?

    Dan kebetulan, pada masa itu yang menjadi Wedana Pringsewu adalah Eyang Buyut saya yang bernama Raden Mas Somomarto bin Kyai Ageng Somongari-VI, sebelumnya menjabat sebagai Mantri Polisi di Kabupaten Purwarejo.

    Dan keturunannya yang berada di Lampung (Pringsewu, Karanganyar, Metro, Kota Agung dan Bandar Lampung) sebagaimana telah saya tulis pada judul "Menemukan Trah Kyai Ageng Somongari Di Lampung" ini.

    Berdasarkan info dari narasumber saya yang bernama Mbah Bongso Permadi bin Raden Bongso Dikromo bin Kyai Ageng Somongari-VI.

    Mohon maaf lahir bathin bilamana info saya kurang lengkap.

    Matur nuwun.

    BalasHapus
  7. mohon dijawab...untuk trah yang dikalasan..siapa saja....

    BalasHapus
  8. mas mau nanya kl silsilah embah Kyai bongso joyo , desa gebang, purworejo tau gak mas?

    BalasHapus