Jujur, Jajar lan Jejer Manembah Gusti Ilahi

Duk Djaman Semono, Kandjeng Edjang Boeyoet Ing Klero nate paring wewarah,".. Djoedjoer Lahir Bathin Berboedi Bowo Leksono Adedhasar Loehoering Agomo, Djedjer Welas Asih Sasamoning Titah Adedhasar Jiwo Kaoetaman Lan Roso Kamanoengsan, Lan Djadjar Manoenggal Wajibing Patrap Bebrayan Agoeng Adedhasar Endahing Tepo Salira Manembah Ngarsaning Goesti Allah Ingkang Moho Toenggal, Ngrenggo Tjiptaning Koesoema Djati Rila Adedharma Mrih Loehoering Bongso, Agomo, Boedoyo, Lan Sasamining Titahing Gesang Ing Ngalam Donya, Ikoe Lakoening Moekmin Sadjati.." [Wewaler KRT. Hasan Midaryo,1999]

Rabu, 25 Agustus 2010

Trah Sunan Geseng : Trah Singodiwongso Jenar

RM. Singodiwongso


Alkisah bahwa Bagus Gentong/Gento setelah ibunya yaitu Nyai Ageng Bagelen wafat, tetap bertempat tinggal di desa Bagelen, meneruskan bertani seperti leluhurnya. Setelah dewasa ia menikah dan memperroleh putra bernama RADEN DAMARMOYO.

Raden Damarmoyo mempunyai putri bernama RADEN RARA RENGGANIS, yang setelah dewasa menikah dengan KYAI PAKOTESAN dan mempunyai putra, PANGERAN SEMONO yang juga bernama PANGERAN MURYO.

Pangeran Muryo mempunyai putra bernama KYAI COKROJOYO I, yang kemudian terkenal dengan nama SUNAN GESENG.

Dari BAGUS GENTONG sampai pada cucu-buyutnya / cicit yang bernama PANGERAN SEMONO, tidak ada yang perlu diceritakan, tetapi tentang cucu-canggahnya yaitu KYAI COKROJOYO I banyak peristiwa-peristiwa hidup yang hingga kini dianggap memberi berkah dan selalu diperingati oleh ahli warisnya.

Pada masa hidup KYAI COKROJOYO I, agama Islam sedang berkembang di Pulau Jawa dan yang menjadi pemimpin Waliullah penyebar agama islam adalah SUNAN KALIJOGO, yang sering berkelana untuk menyiarkan agama Islam.

Pada suatu hari SUNAN KALIJOGO dalam perjalanan keliling sengaja singgah ditempat kediamann KYAI COKROJOYO I, karena beliau telah mengetahui bahwa KYAI COKROJOYO I adalah seorang calon Waliullah, yang ibarat kain batik sudah disurati (dibatik) namun belum dibabar (diolah selanjutnya dengan memberi warna dan menghilangkan malam / lilinnya dari atas kain).

Waktu SUNAN KALIJOGO tiba disitu, KYAI COKROJOYO I sedang mencetak gula aren sambil ”uro-uro” (menyanyi santai).

Bertanya SUNAN KALIJOGO : ” Berapa lakunya (hasil penjualan) jika sudah menjadi gula ?”
Di jawab olah KYAI COKROJOYO I : ” hanya cukup untuk menghidupi orang yang melarat”.
SUNAN KALIJOGO lantas berkata : ”Coba gantikanlah uran-uranmu dengan membaca Surat Kalimah Syahadat. Kemarilah aku ajarkan membacanya, dan nanti jika gulanya telah trcetak bawalah kemari, aku akan melihatnya.”

Setelah mengucapkan Surat Kalimah Syahadat KYAI COKROJOYO I meneruskan mencetak gula dan sesudah rampung menutupinya dengan tampi, diserahkan kapada SUNAN KALIJOGO. Betapa herannya KYAI COKROJOYO I, sewaktu SUNAN KALIJOGO membuka tutupnya, gulanya sudah berubah menjadi emas. Dengan tak sadar ia terpakau (jawa: deleg-deleg) seperti tugu hingga beberapa saat.

Waktu ia sadar kembali SUNAN KALIJOGO sudah tiada di tempat. Dengan terbirit-birit (jawa : guralawan) ia mengejarnya dan setelah berhasil menyusulnya ia menyungkemi (menyembah) lutut SUNAN KALIJOGO, sambil mohon agar diperkenankan menjadi muridnya . Dijawab olehnya SUNAN KALIJOGO : ” Anakku (jawa:jebeng) jika kau dengan sungguh-sungguh ingin menjadi muridnya, maka kau harus bertapa-sujud di tempat ini dan jangan pergi dari sini sebelum aku kembali kemari.”

Setelah bersabda demikian SUNAN KALIJOGO meneruskan perjalannya dan dalam sekejap mata telah sirna dari pandangan.

Mengingat peristiwa yang telah terjadi KYAI COKROJOYO I masih terheran-heran, tetapi akhirnya bergegas untuk melaksanakan perintah SANG GURU AGUNG dengan tekad yang teguh dan mantap untuk tidak mengakhiri tapanya sebelum gurunya datang kembali. Demikianlah KYAI COKROJOYO I bertapa hinga satu tahun lebih tanpa henti.

Sementara itu SUNAN KALIJOGO memang sudah lipa akan perintahnya pada KYAI COKROJOYO I, dan baru sewaktu beliau dalam penjelajahnya seperti biasanya, lewat desa Bagelen beliau ingat akan perintahnya pada calon muridnya yang bertapa sujud. Para pengikutnya diperintahkan untuk mencarinya, tetapi karrena di tempat itu sudah penuh dengan alang-alang serta tumbuh-tumbuhan liar lainya setinggi orang, maka tak berhasilah mereka menemukan KYAI COKROJOYO I.

Kemudian SANG GURU memerintahkan untuk membabat seluruh tumbuh-tumbuhan yang menutupi tempat itu, namun juga belum berhasil untuk menemukan tubuh sang pertapa itu. Akhirnya tak ada jalan lain kecuali membakar saja alang-alang dan tumbuh-tumbuhan yang telah dibabat itu, dan walaupun dedaunan dan dahan-dahan itu masih basah, namun berkat sabda SANG GURU AGUNG, maka apinya menyala-nyala setinggi langit seperti kebakaran hutan besar, sehingga membuat penduduk disekitarnya menjadi cemas dan ketakutan.

Setelah api reda dan segala ”rerungkutan” )tumbuh-tumbuhan lebat) telah hilang, maka terlihatlah dengan jelas tubuh KYAI COKROJOYO I yang masih dalam posisi sujud tetapi hitam hangus karena terbakar. Kelihatannya seperti tak bernyawa, namun denyut jantungnya masih ada walaupun sangat lemah.

SUNAN KALIJOGO mendekatinya dan bersabda : ”Hai COKROJOYO, bangunlah, jangan enak-enak tidur, aku datang”.

Mendengar suara SANG GURU, seketika KYAI COKROJOYO I bangun dan begitu melihat gurunya langsung bersungkem kepadanya. Dan pada saat itulah KYAI COKROJOYO I mendapat ”wisik manunggalnya kawulo dengan gusti”, yang berarti telah mencapai tingkat kesempurnaan tertentu. Tidak diceritakan bagaimana isi serta perincian situasi tersebut, setelah menerima berkah Sang Waliullah KYAI COKROJOYO I seketika merasa terang hatinya, seperti mendung yang dihempas oleh angin, tembung cahaya seolah-olah seperti lembing dapat melesat ke atas di ruang angkasa (jawa : kadyo mendung ingkang kabuncang ing samirono, narawang lir pendah saged muluk ing ngawiyat).

Selesai memberi wejangan kepada KYAI COKROJOYO I, SUNAN KALIJOGO meneruskan perintahnya : ”Atas kemurahan Allah Yang Maha Kuasa, kamu sekarang telah ”tinarbuko’(terbuka), dapat Wahyu Wali dan karena badanmu hangus (jawa: geseng), maka memakailah nama SUNAN GESENG, dan mulailah bermukim (jawa: tetruko) di hutan Loano, yang nantinya akan menjadi desa yang ramai dan akan menjadi tempat tinggalnya para keturunan Raja.

Dalam pengembaraannya SUNAN GESENG menyebarkan agama islam di desa Jatinom, sekitar 10 kilometer dari kota Klaten arah ke utara. Penduduk Jatinom mengenal SUNAN GESENG dengan sebutan KI AGENG GRIBIG.

Julukan itu berangkat dari pilihan SUNAN GESENG untuk tinggal di rumah beratap gribig-anyaman daun nyiur. Menurut legenda setempat, ketika KI AGENG GRIBIG pulang dari menunaikan ibadah haji, ia melihat penduduk jatinom kelaparan. Ia membawa sepotong kue apem, dibagikan kepada ratusan orang yang kelaparan. Semuanya kebagian. KI AGENG GRIBIG meminta warga yang kelaparan makan secuil kue apem seraya mengucapkan zikir : Ya-Qowiyyu (Allah Maha Kuat). Mereka kenyang dan sehat. Sampai kini, masyarakat Jatinom menghidupkan legenda KI AGENG GRIBIG itu dengan menyelenggarakan upacara ”Ya-Qowiyyu” pada setiap bulan Syafar.


Warga membikin kue apem, lalu disetorkan ke masjid. Apem yang terkumpul jumlahnya mencapai ratusan ribu. Kalau di total, beratnya sekitar 40 ton. Puncak upacara berlangsung usai salat Jum’at. Dari menara masjid, kue apem disebarkan santri sambil berzikir, Ya Qowiyyu... Ribuan orang yang menghadiri upacara memperebutkan apem ”gotong royong” itu dengan sebutan apem ”Jokowiyu”.

Diceritakan bahwa 40 tahun kemudian, yang bertahta di kerajaan Mataram adalah KANGJENG SINUWUN ANYOKROWATI (1612-1621 M). Istri prameswarinya adalah KANGJENG RATU MAS HADI, putri dari PANGERAN ADIPATI BENOWO di Pajang. PANGERAN ADIPATI BENOWO ini adalah putra dari KANGJENG SINUWUN HADIWIJOYO (JOKO TINGKIR).

KANGJENG SINUWUN ANYOKROWATI tersebut mempunyai kakak laki-laki bernama PANGERAN WIROMENGGOLO, yang ingin sekali menjadi raja. Keinginannya itu adalah sedemikian besar, hingga ia bertapa siang dan malam dan berguru ilmu pad SUNAN GESENG dalam bidang kesempurnaan hidup, yang tempat pemejangannya di tegal BENGKUNG.

Karena bertapanya sangat berlebih-lebihan tanpa mengingat kemampuannya, maka PANGERAN WIROMENGGOLO akhirnya menemui ajalnya. Diceritakan bahwa yitmanya (rokhnya) merasuk ke dalam ikan tombro bersisik kencana (ikan mas).


Adalah kebetulan bahwa pada saat itu Sang prameswari KANGJENG RATU MAS HADI sedang mengandung dan ngidam ingin makan tombro bersisik emas yang berkali-kali disampaikan kepada suaminya KANGJENG SINUWUN.

Dalam pada itu KANGJENG SINUWUN mendengar kabar bahwa SUNAN GESENG memiliki sebuah jala sutra dengan biji pemberat dari emas, yang khusus hanya untuk menjala ikan tombro. Oleh karenanya, Sang PRABU mengirim utusan untuk minta bantuan SUNAN GESENG menangkap ikan tombro bersisik kencana seperti yang diinginkan sang RATU.

Singkatnya cerita, keinginan sang RATU dapat terpenuhi dan dilahirkan bayi laki-laki yang diberi nama RADEN MAS JATMIKO, juga bernama RADEN MAS RANGSANG.

Setelah SINUWUN ANYOKROWATI wafat, maka kedudukannya digantikan oleh putranya RADEN MAS JATMIKO, dengan gelar KANGJENG SINUWUN SULTAN AGUNG ANYOKROKUSUMO, bertahta pada tahun 1621 sampai dengan tahun 1636.

Sang Prabu juga berguru ilmu kesempurnaan pada SUNAN GESENG, sampai pada tingkat penguasaan yang tinggi atas segala galanya (jawa : widagdo waskitho ing samudayanipun). Atas jasanya, SUNAN GESENG kemudian dianugerahi sebidang tanah jabatan (jawa : lenggah siti) dengan nama KYAI AGENG JOLOSUTRO, yang membuat semakin tenar namanya hingga wafatnya.

Hingga kini makam SUNAN GESENG tersohor dengan nama ”MAKAM JOLOSUTRO” yang sangat dikeramatkan dan diziarahi orang, terutama pada hari-hari Selasa-Kliwon dan Jum’at-Kliwon.

Adapun letak makam tersebut, di sebelah Tenggara kota Yogyakarta, dikabupaten Bantul Daerah Istimewa YOGYAKARTA, jauhnya sekitar 12 km. Jika menggunakan bis umum turun di desa Piyungan dan selanjutnya berjalan kaki kira-kira 3 km lagi, atau juga dapat dicapai darri arah desa Pathuk, kabupaten Gunung Kidul DIY).

Kembali pada kisahnya JOKO BEDUG juga bernama RADEN COKROJOYO II, seperginya SUNAN GESENG ke Loano, JOKO BEDUG melaksanakan apa yang diperintah oleh ayahnya, yaitu bertapa brata secara ”gentur”, mengurangi tidur serta makan, dengan tekad agar segera diampuni oleh Yang Maha Kuasa. Tidak diceritakan hingga berapa lama ia bertapa-brata, tetapi akhirnya ia mendapatkan ampun dari Tuhan YME dan kembalilah wujudnya seperti sediakala, yaitu sebagai manusia.

Demikian pula tentang ”genturnya” bertapa diketahui oleh Sang Raja Mataram, yang selanjutnya mewisudanya menjadi Bupati di Bedug dengan nama, RADEN ADIPATI NILOSROBO I. Setelah wafat beliau dimakamkan dekat dengan Patilasan NYAI AGENG BEGELEN.

RADEN ADIPATI NILOSROBO I mempunyai putra, RADEN COKROJOYO III, juga bernama TUMENGGUNG ROGOWONGSO atau RADEN ADIPATI DANUREJO. Setelah wafatnya ayahanda, RADEN COKROJOYO III atas perkenan SINUWUN di Mataram, menggantikan kedudukan ayahanda sebagai Bupati di Bedug.

Pada waktu hidupnya, RADEN COKROJOYO III mengalami banyak macam peristiwa dan huru-hara. Tidak jelas berapa lama perang itu berlangsung, tetapi yang jelas ketika SINUWUN PAKUBUWONO I mangkat dan kemudian digantikan oleh putranya dengan gelar SINUWUN MANGKURAT JAWA/AGUNG; Kyai Patih COKROJOYO III masih berada di Surabaya.

Pengabdian KYAI PATIH COKROJOYO III tetap mantap dalam segala bidang, hingga SINUWUN MANGKURAT JAWA/AGUNG menganugerahkan pangkat Adipati. Dengan gelar ADIPATI DANUREJO beliau meneruskan pengabdiannya sebagai Patih Kerajaan, juga setelah SINUWUN MANGKURAT JAWA/AGUNG wafat digantikan oleh putranya yang bergelar SINUWUN PAKU BUWONO II.

Tetapi selanjutnya, sebelum mengikuti (jawa:angembani) Raja yang masih muda itu, Kyai Patih diberhentikan dari jabatannya, bahkan ada cerita bahwa beliau di buang ke Jakarta. Pada hal Kyai Patih sudah mengabdi pada tiga Raja, Yaitu SINUWUN PAKU BUWONO I, SINUWUN MANGKURAT JAWA/AGUNG dan PAKU BUWONO II, jika dihitung jumlah pengabdiannya pada jaman PANGERAN PUGER, adalah selama sekitar 45 tahun.


Bagaimana selanjutnya beliau beserta keluarganya dapat kembali ke daerah Bagelen, tidaklah jelas, tetapi kenyataannya setelah beliau dan istrinya wafat, dimakamkan di pegunungan Gemulung di desa Bagelen, tidak jauh dari petilasan NYAI AGENG BAGELEN.

Sekarang makam KYAI COKROJOYO III/TUMENGGUNG ROGOWONGSO/RADEN ADIPATI DANUREJO sudah ”digedong” – dibuat bangunan cungkup dengan dinding tembok. Sedang makam itu sendiri kini lebih terkenal dengan nama Makam ”ROGOWANGSAN” yang terletak di desa Bagelen Kabupaten Purworejo Jawa Tengah.

Kembali pada kisah RADEN ADIPATI DANUREJO, beliau dianugerahi seorang Istri, adik dari SINUWUN PAKU BUWONO II yang merupakan putra putri dari SINUWUN MANGKURAT JAWA/AGUNG, yaitu yang bernama BANDORO RADEN AYU TUNGLE yang sehari-harinya disebut (Jawa: apeparab) KLETING DADU.

Sebelum kawin dengan RADEN ADIPATI DANUREJO, B.R.A. TUNGLE sudah kawin dengan RADEN NOSUTO yang juga disebut WIROSUTO, yang masihsaudara sepupu dari RADEN ADIPATI DANUREJO, yaitu putra dari JOKO BUMI, kakak laki-laki (jawa:roko) dari JOKO BEDUG ya (alias) RADEN NILOSROBO I.


Dengan RADEN NOSUTO, B.R.A TUNGLE mendapat 3 putra:
1. RADEN TUMENGGUNG COKROJOYO I, terkenal dengan nama COKROJOYO MBALIK. perang Giyanti menjadi pendamping dari TUMENGGUNG ARUNG BINANG.
2. RADEN KERTOYUDO.
3. RADEN HUDOSORO atau YUDOSORO

Dengan RADEN ADIPATI DANUREJO, B.R.A. TUNGLE mempunyai 6 anak :
1. RADEN AYU LEBE, kawin dengan SECH BAULOWI
2. RADEN AYU NOTOYUDO III, yaitu istri dari RADEN TUMENGGUNG NOTOYUDO III, bupati Kedu
3. RADEN NILOSROBO, tidak mempunyai keturunan
4. RADEN TUMENGGUNG KARTOMENGGOLO, dimakamkan di Bedug
5. RADEN ROGOYUDO, dimakamkan di Bagelen
6. RADEN AYU NOSINGO , yang menjadi istri KYAI NOSINGO di Bragolan

RADEN AYU NOSINGO berputra 2 orang :
1. RADEN MAS SINGOWIJOYO
2. RADEN MAS SINGOGATI

RADEN MAS SINGOWIJOYO berputra 3 orang :

1. RADEN REKSODIWIRYO, yang seusainya Perang DIPONEGORO pada tahun 1830 M ditetapkan menjadi Bupati Purworejo dengan nama RADEN ADIPATI COKRONAGORO I.
2. RADEN NGANTEN CITROWIKROMO
3. RADEN TUMENGGUNG PRAWIRONAGORO, Wedana di Bragolan.

RADEN ADIPATI COKRONAGORO I inilah yang kemudian menurunkan Bupati-bupati Purworejo sampai RADEN MAS TUMENGGUNG COKRONAGORO IV.

RADEN TUMENGGUNG PRAWIRONAGORO mempunyai putra putri bernama RADEN AYU COKROATMOJO, istri RADEN ADIPATI COKROATMOJO, bupati Temanggung.

RADEN ADIPATI COKROATMOJO ini adalah putra dari RADEN GAGAK HANDOKO di Loano.


Adapun RADEN MAS SINGOGATI di Jenar mempunyai putra RADEN SINGODRIO di Bakungan, cucu RADEN SINGOWIDJOJO di Bragolan serta cicit RADEN SINGODIWONGSO/KYAI SINGODONGSO yang seterusnya mempunyai keturunan sampai akhir zaman.

Keturunan Raden Mas Singodiwongso atau Kyai Singodongso di makamkan di Kembang Gading, Jenar Wetan, Kec. Purwodadi, Kab. Purworejo, Jawa Tengah.

PUTRO / KODE A
A1. R.Ngt Singosemito
A2. R. Ngt Tjokrodrijo
A3. Raden Kromoprawiro
A4. Raden Soeroprawiro
A5. Raden Singodarmo
A6. R. Ngt Karosonto
A7. Raden Ranoeprawiro
A8. Raden Wirjodikromo
A9. R. Ngt Soerowirjo

WAYAH / KODE B

A1. R. Ngt SINGOSEMITO

A1B1 R.Mertosemito
A1B2 R. Troenosemito
A1B3 R. Ngt Djemi-Wongsodikoro
A1B4 R. Wongsosemito
A1B5 R. Kromomoenawi
A1B6 R. Ngt Sijem

A2. R. Ngt TJOKRODRIJO
Tidak ada keturunan



11 Maret 2003
Jakarta, 7 suro Be 1936

Penyunting,
H.R. Eddy Soedarmadi Bin R.S. Prawiro Tanojo
A7 B1 C10

Kepustakaan :
1. Buku Sudjarahipun Raden SINGODIWONGSO, kahimpun dening ingkang Wajah Raden PRAWIRO TANOJO ing Ngajogjakarta, 3 Sijam, Wawu 1889 /24 Maret 1958
2. Terjemahan ke dalam bahasa Indonesia oleh Bapak B.P MOELJADI PRAWIROATMODJO
3. Majalah GATRA

48 komentar:

  1. Bagus Ceritanya. Saya punya daftar silsilahnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam Perkenalan Mas Fox Tango,

      Tertarik dengan komentarnya mengenai Daftar Silsilah...
      karena saya sedang mencari Leluhur saya dari garis Ayah, yg ternyata beberapa nama dari Dokumen yg saya miliki, tertera di tulisan di atas.

      Mohon kiranya saya diberi info mengenai silsilah...dengan harapan saya bisa mendapat pencerahan.

      Mohon hubungi saya di srimayagauvin@gmail.com

      Terima kasih atas perhatian dan bantuannya.

      Salam hangat,
      Maya

      Hapus
    2. kami sekeluarga ingin mengucapkan
      puji syukur kepada mbah jonoseuh
      atas nomor togel.nya yang mbah
      berikan 4 angkah alhamdulillah
      ternyata itu benar2 tembus
      dan alhamdulillah sekarang saya
      bisa melunasi semua utan2 saya yang
      ada sama tetangga dan bukan hanya
      itu mbah. insya
      allah saya akan coba untuk membuka usaha sendiri demi mencukupi
      kebutuhan keluarga saya sehari-hari itu semua berkat bantuan mbah jonoseu
      sekali lagi makasih banyak ya mbah bagi saudara yang suka main togel
      yang ingin merubah nasib seperti saya silahkan hubungi mbah jonoseu,,di
      0823 4444 5588,dan saya sudah membuktikan sekarang giliran saudara yg di luarsana

      Hapus
    3. Terima kasih yang amat dalam kami ucapkan kepada MBAH SELONG yang
      telah memberikan kebahagian bagi keluarga kami…berkat Beliau saya
      sekarang udah hidup tenang karena orang tuaku udah buka usaha dan
      punya modal untuk buka bengkel skrang pun orang tuaku tidak di
      kejar-kejar hutang lagi…dan keluarga Kami di berikan Angka
      Ritual/Goib Dari mbah yg sangat Jitu 100%dijamin
      tembus…hingga keluarga kami sekarang merasa tenang
      lagi…terima kasih mbah…Jika Anda ada yg merasa kesulitan
      masalah Nomer ToGEL silahkan hbg Aja MBAH SELONG
      dinmr hp beliau (081-322-565-355) atau http://prediksiangkahoki88.blogspot.com/
      dan saya sudah membuktikan 3kali berturut2 tembus terimah kasih

      Hapus
    4. Kalau mbah singo wongso mataram yang mana,,??
      Saya masih bingung dengan trah keluarga,,

      Hapus
    5. Kalau mbah singo wongso mataram yang mana,,??
      Saya masih bingung dengan trah keluarga,,

      Hapus
  2. Saya Bambang Purnomo A8B3C2 trah RM.Singodiwongso, ingin menanyakan otentik foto RM Singodiwongso yang terpasang pada artikel ini. Setahu kami foto tersebut adalah foto R.Wiryodikromo hasil kroping saat beliau menikahkan putri terkecilnya RNgt. Asih Purwosuhendro. Nuwun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam perkenalan dari saya Pak Bambang Purnomo.

      apakah saya dapat menghubungi Bapak melalui alamat email?, karena ada yg ingin saya tanyakan.

      terima kasih atas perhatian dan perkenaannya,

      Salam,
      Maya

      Hapus
  3. Matur nuwun sanget dumateng administrator Fox Tango ugi dumateng ingkang minulya Kanjeng Romo RM. Bambang Purnomo ingkang sampun kersa paring comment ing blog punika..

    Saderengipun dalem nyuwun pangapunten menawi foto Kanjeng Eyang RM. Singodiwongso ingkang dipun pajang ing artikel puniki tartamtu dereng wonten, pramila nenggih kagem tetambaning kangen bathos para generasi penerusipun, kewala dalem lamun wonten fotonipun Kanjeng eayang R. Wiryodikromo supados simbol rinaket dumateng profil Kanjeng Eyang RM. Singodiwongso.

    Matur nuwun sanget koreksinipun, Kanjeng Romo RM. Bambang Purnomo, menawi wonten foto utawi gambar lukisan pasuryanipun Kanjeng Eyang RM. Singodiwongso? menawi kepareng, dalem badhe nyuwun izin upload ing blog punika.

    Salam takzhim tuwin kangen bathos dalem kahaturaken dumateng sedaya sederek Trah Ageng RM. Singodiwongso ing bumi Nusantara..

    BalasHapus
  4. pak de saya punya buku silsilah eyang singodiwongso, tp berhenti di anak2 mbah putri saya yaitu pak de dan ibu saya sedangkan anak anaknya belum ditulis dibuku itu ... kalo yang dimaksud eyang singodiwongso disini adalah eyang singodiwongso yang sareannya di purworejo, blakang pasar jenar, banggading ,sareannya agak kedalam yang sudah diberi rumah2han dan di temboknya ada tulisan dipugar tahun ... ( tahunnya saya lupa)... berarti kta sodara .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam perkenalan,
      Nama saya fm nugrahanto atau ahan di surabaya, dulu aktif ada kegiatan perkumpulan singodiwangsan bagelen di surabaya, saya ingin mengetahui hubungan nama ayah dan kakek yang memakai nama Nilo Sentono, dulu saya dapat ceritera dari ayah saya bahwa masih kerabat bagelen, crita sunan geseng dll, tapi saya lihat di sisilah kok gak ada nilo sentono
      Pertanyaan saya :
      Apakah Nilo Sentono masih kerabat Bagelen dan posisi dimana?

      Terima kasih

      Hapus
    2. Jhonypetersburg
      Letak KembangGading yang terlihat dipeta adalah110*00'22.18"BT; -7*48'35.8"LS

      Hapus
  5. Mas Saya ingin tau tentang sejarah dari Trah Gagak asal Loano, dari 5Trah Gagak yang ada:
    1.Gagak Handoko,
    2.Gagak Pranolo,
    3.Gagak Prayugo,
    4.Gagak Seto,
    5.Gagak Wilogo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya hanya tahu Gagak ada 3
      Yaitu RT Gagak Handoko I dan II RT Gagak Pranolo I dan II RT Gagak Kumitir I dan II

      Hapus
  6. Salam,

    Artikel yang menarik, dan ternyata kita masih saudara jauh mas, saya dari jalur R.T Kertomanggolo Putra Bray Danuredjo putri Amangkurat Agung...kalau boleh saya tau, untuk saat ini dimanakah alamat dan letak makam Eyang Patih Danuredjo kakung kalian putri lan eyang RT Kertomanggolo kakung kalian putri? kalau berkenan, bisa panjenengan bales lwt email saya mawon. peyex_banget@yahoo.com

    Salam pasederekan.

    Rahayu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Aditya,

      Salam kenal dari saya....
      Tertarik dengan komentarnya bahwa Mas Aditya ini dari jalur/garis RT Kertomanggolo, mudah2an sama dengan RNg.KARTAMANGGALA (RT NILASRABA II).

      Saya lanjut di email ya.....

      Matur nuwun,

      Maya Gauvin-Ranoesoedirdjo

      Hapus
  7. pertanyaan saya siapakah Suryo Paryono dan R. Hadi Suyitno... mohon penjelasan para kiyai pini sepuh yang saya hormati.. bisa di e mail ke makis772012@yahoo.com

    BalasHapus
  8. Salam perkenalan....

    Membaca Artikel yg ditulis/disunting oleh Bapak.H.R. Eddy Soedarmadi Bin R.S. Prawiro Tanojo/A7.B1.C10, perkenaankan saya mendapatkan informasi mengenai penyunting, sehubungan dengan pencarian saya terhadap Leluhur dari Garis Ayah saya.

    Dari dokumen/Berkas yg saya miliki, ternyata pada artikel tersebut tertera beberapa Nama yg barangkali ada hubungannya.
    Yakni BRAy /RA TOENGLE dan RT TJAKARADJAJA DANOEREDJA(RT RAGAWANGSA)....yg menurunkan Rng.KARTAMANGGALA.

    Demikian yg dapat disampaikan, besar harapan saya agar segera bisa mendapatkan informasi yg saya butuhkan.

    Atas perkenaannya, juga atas perhatian, bantuan serta kerjasamanya, saya ucapkan terima kasih...

    Salam,
    Maya Gauvin-Ranoesoedirdjo

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. Salam perkenalan,
    Nama saya fm nugrahanto atau ahan di surabaya, dulu aktif ada kegiatan perkumpulan singodiwangsan bagelen di surabaya, saya ingin mengetahui hubungan nama ayah dan kakek yang memakai nama Nilo Sentono, dulu saya dapat ceritera dari ayah saya bahwa masih kerabat bagelen, crita sunan geseng dll, tapi saya lihat di sisilah kok gak ada nilo sentono
    Pertanyaan saya :
    Apakah Nilo Sentono masih kerabat Bagelen dan posisi dimana?

    Terima kasih

    Mohon dibalas di fm.nugrahanto@gmail.com

    BalasHapus
  11. Mohon petunjuk.dari pesan bapak saya kalau ke purworejo ke bagelen,disana semua saudara dan untuk menemukan silsilahnya bilang saja dari trah Rubingah.mohon petunjuk urut2an nya seperti apa dalam silsilah keluarganya...

    BalasHapus
  12. Mohon petunjuk .. saya bermaksud menyambung tali silaturahmi, konon, dari garis ibu, saya masih memiliki garis kerabat dengan keluarga besar di Purworejo/Bagelen, saya hanya mengenal sampai sebatas garis kakek (R Lono Sadewa), bahkan saudara-saudara kandung kakek (apalagi keturunannya) banyak yg belum kenal .. berikut silsilah garis leluhur saya (menurut surat resmi Keraton Yogyakarta) : (1) Sunan Amangkurat Agung di Mataram .. (2) BRAy Danuredjo .. (3) RNg Kartamanggala (RT Nilasraba) .. (4) RT Raganaja .. (5) RAj Tjokromanggala .. (6) R Mangunbaja .. (7) R Surasetika .. (8) R Surasentana .. (9) R Hardjosetika .. (10) R Hadadiwirja .. (11) R Lono Sadewa (Barkin) .. (12) RNgt Sri Hartini .. (13) Rinto Nugroho (saya) .. monggo kontak ke email saya (65nugroho2002@gmail.com) .. matur nuwun :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat malam Bapak Nugoho, salam kenal semoga sejahtera sepertinya ada kesamaan dengan data kami. dari urutan (1) sampai (4) RT. Raganaya. selebihnya urutan (5) beda... mhn pencerahannya...

      Hapus
  13. Maaf saya juga punya silsilah sunan gesang dari jalur eyang uyut putri.
    Di silsilah terdapat nama R.cokrojoyo(sunan gesang ), R.joko bedug- adipati nilosrobo I,. R.sutonoyo - adipati nilosrobo II/ Ki wirotantoko.
    R. Ronggo + R.A.kletingwungu
    R.A.Ronggo / R.T.Mangkuprojo-kedu.
    R.A. lebe
    R.M. soriyah
    R.M.H.solim
    R.citrojoyo+ R.H.A.manan
    R.Ngt.siti kotijah + R.M.Hasan purwo
    R.Ngt.Mutmainah +T.H.abdul majid
    R.Ngt. muhlisatun + R.K.prawirodiharjo
    untuk silsilah terakhir itu eyang muhlisatun nama eyang uyut saya dan eyang prawirodiharjo suaminya dari demak.
    Adapun silsilah blm lengkap setelah baca artikel ini saya jadi tertarik.
    bila ada kita saudara satu darah bisa memberikan silsilah lengkap kepada saya. Terima kasih
    saya dessy handayanie.
    dcymco1513@gmail.com

    BalasHapus
  14. nyuwun sewu...
    dikatakn bhw putra dr R.Nosuto & BRA Tungle adl Tjkrodjojo I .....bukankan Tjokrodjoyo I adl Sunan Geseng , Tjokrodjojo II , Tjokrodjojo III adl R.Mentosoero ( ayah dr R.Rogowongso ) dan Tjokrodjojo IV putra dr R.Nosuto......
    Dan dikatakan R.Nilosrobo tdk berketurunan.... puniko Nilosrobo yg mana, krn Nilosrono putra dr R.Rogowongso itu berputra.... salah satunya adl R.Rogonojo.... dan R.Rogonojo berputra putri yg diperistri R.Tjokromenggolo..... dan R.Tjokromenggolo itu puta dr Tjokrodjoyo IV / yg berarti cucu dr R.Nosuto ......
    dan R.Tjokromenggo dimakamkan di dsn Kanci ds.salamkanci Kec Bandongan Kab. Magelang...
    nyuwun sewu.... mohon pencerahannya

    BalasHapus
  15. Mohon petunjuknya....saya bermaksud menyambung tali silaturahmi, eyang putri saya Ngt.Ponirah dari desa Ketangi, sewaktu saya ke petilasan dulu bersama eyang saya saya diperkenalkan ke petilasan eyang buyut saya yang bernama Ngt. Sijem....apakah eyang buyut saya benar keturunan dari R.Ngt. Singosemito soalnya...eyang saya hanya bilang bahwa saya dari garis keturunan mbah singo " tanpa nama kompltnya"...apakah benar saya dari garis keturunan yang sama....?

    balas

    BalasHapus
  16. maaf sebelumnya saya desy, keluarga saya juga punya daftar silsilah dari eyang uyut saya..
    R.cokrojoyo(sunan gesang ), R.joko bedug- adipati nilosrobo I,. R.sutonoyo - adipati nilosrobo II/ Ki wirotantoko.
    R. Ronggo + R.A.kletingwungu
    R.A.Ronggo / R.T.Mangkuprojo-kedu.
    R.A. lebe
    R.M. soriyah
    R.M.H.solim
    R.citrojoyo+ R.H.A.manan
    R.Ngt.siti kotijah + R.M.Hasan purwo
    R.Ngt.Mutmainah +T.H.abdul majid
    R.Ngt. muhlisatun + R.K.prawirodiharjo
    untuk silsilah terakhir itu eyang muhlisatun nama eyang uyut saya dan eyang prawirodiharjo suaminya dari demak.

    mohon pencerahannya.. untuk yg punya sama dgn silsilah diatas.
    terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haji abdul majid apakah mempunyai anak perempuan yang bernama ngatirah? , beliau dari malang

      Hapus
    2. Haji abdul majid apakah mempunyai anak perempuan yang bernama ngatirah? , beliau dari malang

      Hapus
    3. Mbak ike prihatini.
      Mungkin saja mbak. Klo kh.abdul majid mempunyai putri yg tinggal di malang.
      Krn kh. Abdul majid adalah ayah dari eyang uyut putri.dan menurut cerita dari eyang putri saya atau cucu dari kh.abdul majid. Klo kh. Abdul majid mempunyai anak brjumlah 25 org. Dari 5 org istri. Dan istri2 beliau adalah dr sepupu2 sendirinya sendiri.
      Kh.abdul majid masih keturunan arab yg brkulit putih.

      Hapus
  17. Peta : Posisi Stasiun Jenar 110*00'02" BT, -7*48'06"LS
    Makam KembangGading/simpang sekolah: 110*00'22.18"BT, -7*48'35.8"LS

    BalasHapus
  18. Assalamualaiku wr wb. nama say Bambang Hendri Sujatmiko. Mohon pencerahan. keluarga besar kami dari garis keturunan ibu saya, ada paguyuban Trah Somo Sentono. Dan pernah ditelusuri sampai ke keraton Yogyakarta pada tahun 1980-an oleh paman kami, bahwasannya benar masih ada keturunan dari (1) Sunan Amangkurat Agung di Mataram .. (2) BRAy Danuredjo .. (3) R. Tg. Nilasraba .. (4) R. Tg. Raganaja .. (5) R. Tg. Cokroyudho.. (6) R. Honggowongso (7) R. Wongso Sentono (8) R. Somo Sentono (9) Eyang Hj. Rukilah (10) Hj. Suwadijah (11) Bambang Hendri Sujatmiko..dst.. mohon pemncerahan apakah hal tersebut benar atau tidak sama sekali ditemukan dat yang akurat karena sampai saat ini paman kami sudah meninggal. jadi kami tidak bisa menanyakan hal tersebut lebih lanjut. tks walaikum salam wr wb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  19. Assalamualaiku wr wb.
    nama say Bambang Hendri Sujatmiko. Mohon pencerahan. keluarga besar kami dari garis keturunan ibu saya, ada paguyuban Trah Somo Sentono. Dan pernah ditelusuri sampai ke keraton Yogyakarta pada tahun 1980-an oleh paman kami, bahwasannya benar masih ada keturunan dari (1) Sunan Amangkurat Agung di Mataram .. (2) BRAy Danuredjo .. (3) R. Tg. Nilasraba .. (4) R. Tg. Raganaja .. (5) R. Tg. Cokroyudho.. (6) R. Honggowongso (7) R. Wongso Sentono (8) R. Somo Sentono (9) Eyang Hj. Rukilah (10) Hj. Suwadijah (11) Bambang Hendri Sujatmiko..dst.. mohon pemncerahan apakah hal tersebut benar atau tidak sama sekali ditemukan dat yang akurat karena sampai saat ini paman kami sudah meninggal. jadi kami tidak bisa menanyakan hal tersebut lebih lanjut. tks
    walaikum salam wr wb.

    email saya : bambanghendri10@gmail.com

    BalasHapus
  20. Assalamualaiku wr wb.
    nama say Bambang Hendri Sujatmiko. Mohon pencerahan. keluarga besar kami dari garis keturunan ibu saya, ada paguyuban Trah Somo Sentono. Dan pernah ditelusuri sampai ke keraton Yogyakarta pada tahun 1980-an oleh paman kami, bahwasannya benar masih ada keturunan dari (1) Sunan Amangkurat Agung di Mataram .. (2) BRAy Danuredjo .. (3) R. Tg. Nilasraba .. (4) R. Tg. Raganaja .. (5) R. Tg. Cokroyudho.. (6) R. Honggowongso (7) R. Wongso Sentono (8) R. Somo Sentono (9) Eyang Hj. Rukilah (10) Hj. Suwadijah (11) Bambang Hendri Sujatmiko..dst.. mohon pemncerahan apakah hal tersebut benar atau tidak sama sekali ditemukan dat yang akurat karena sampai saat ini paman kami sudah meninggal. jadi kami tidak bisa menanyakan hal tersebut lebih lanjut. tks
    walaikum salam wr wb.

    email saya : bambanghendri10@gmail.com

    BalasHapus
  21. Aslkm wr wb,saya keturunan dari warok ponorogo konon leluhur saya bernama mbah singo diwongso ayah dari eyang saya yang bernama warok kasan rejo.Mbah saya(kasan rejo) menyepi ke daerah malang dan menghilang menetap di malang selatan. Hingga beliau wafat,sebelum wafat anak ,cucu mbah kasan rejo menceritakan kejadian masa lalu,bahwa ayahnya bernama singo diwongso di ponorogo.Bahkan ilmu mbah kasan rejo turun menurun ke anak cucu nya ,sehingga sekarang.dan juga mbah kasan rejo meninggalkan rumah usianya sudah tua di ponorogo,keluarga besar kami sehingga sekarang tidak sempat menelusuri istilah keturunan mbah singo di wongso.karena cerita masa lalu mbah kami,Jika ada kesalahan / mugkin ada kesamaan nama leluhur kami, kami mengucapkan maaf sebesar besarnya, karena cerita keluarga besar kami di malang leluhur kami bernama mbah singo diwongso.bahkan pusaka leluhur kami ada pada kami itulah simbol trah keturunan dari ponorogo(keris kyai jangkung).
    Mohon petunjuknya bila salah tafsir ttg keturunan.atas perhatianya kami ucapkan banyak terima kasih.

    BalasHapus
  22. Assalamu'alaikum wr.wb salam silaturahmi ya mas,mbak,smpe mbah,mudah2an silsilah yg ada pada keluarga saya dpt menerangkan obor: ini yg dpt saya tuliskan apa adanya//: ASAL-USUL : SAMPEJAN DALEM INGKENG SINUHUN Kangdjeng Susuhunan Prabu Mangkurat Hagung ing Mataram. 1.B.R.Aj Danuredjo. 2.R.Ng Kartomenggolo(R.T.Nilasraba II). 3.R.T Rogonoyo. 4.R.Aj Tjokromenggolo. 5.Ky.Wanasalam. 6.Ky.Wanasari. 7.Nj.Manten Wanagita. 8.Ky.Wanadaka. 9.Ky.Surayuda I. 1O.Ky Surasemita. 11.R.Suradjaja. 12.R.Ngt Pawiradamedja. 13.R.Ngt Hardjasudarma. 14.R.Ngt Sukatmi. 15.R.B.Y Harsono. 16.R.Wisnu Untoro. Saya minta penjelasan kpd para sepuh atas silsilah ini,,,trmksh. Mudah2an bnyak hikmahnya dari smua ini,,,amiiiin. Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    BalasHapus
  23. Assalamu alaikum warahmatullahi wa barakatuh...,
    Duhai Saudara/i ku, alhamdulillah saya bersyukur dan dapat menambah dan dapat menambah pengetahuan Sejarah serta dengan membaca riwayat Kanjeng Sunan Geseng ini tersirat penuh dengan hikmah silaturahim yang menjadi bagian dari Sunnah nabi besar Saidina Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam sebagai suri tauladan yang baik, makhluk yang baik, dan perumpamaan Al-qur'an berjalan yang patut selalu kita shalawat kan seperti para Malaikat yang slalu bershalawat kepada-Nya. Dan kita di sini yang mengagungkan Para Syuhada, Para Penegak Islam, Para Orang Tua bersuritauladan, di berikan kesehatan, keselamatan, kemudahan penghidupan dan kepandaian lahir-bathin..., Aamiin Allahuma Aamiin.
    Mohon memperkenalkan diri saya Asepth yang mempunyai hobby sejarah tentang Indonesia, Islam, dan Nusantara-Indonesia. Meski saya sama sekali tidak ada keturunan dari Sunan Geseng tetapi saya pernah berhubungan dekat dengan keturunan Sunan Geseng, yang namanya mirip dengan nama asli Kanjeng Sunan Geseng yaitu Ki Cokro, di desa Cokro Kecamatan Grabag Magelang, keturunan dari Cokrominoto, Cokrodiningrat, DLSB seperti silsilah yang saya baca di dinding rumah Joglo tersebut yang sering saya inapi. Semoga dari sini saya dapat menambah pengetahuan sejarah, khususnya Sunan Geseng ini. Terima kasih Saudara/i ku Para Keturunan Sunan Geseng dan Pembaca Budiman. Inshaa Allah semoga saja kita dapat pula menjalin Silaturahim meski saya bukanlah Keturunan Kanjeng Sunan Geseng salah satu Sang Poklamator Islam di Tanah Jawa bagian selatan. Saya keturunan Ayah Betawi (Jakarta) dan Ibu Cirebon, monggo bagi anda yang tertarik dengan sejarah Islam di Tanah Jawa melalui Walisongo berikut melihat dan masuk ke keraton Kerajaan Islam yang masih berdiri di Tanah Jawa, silahkan mampir di Wisata Ziarah Agama Walisongo dan Kerajaan Islam Jawa, terima kasih.
    Wassalamu alaikum warrahmatullahi wa barakatuh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa 'alaikum salaam wa rohmatulLooHi wa barokaatuH.

      Saudaraku, The Art Man, perkenalkan nama saya Eko Marwanto bin Sardiwan bin Kastadja bin Sarwan (saya tidak tahu lagi dan masih terus mencari). Sedangkan dari jalur nenek saya (Ibu dari Ayah saya) : Eko Marwanto bin Sardiwan bin Samini bin Nawiarsa Djakawitana/Nawiarsa Djakafitana bin Kyai Nada Besari/Naja Besari/Nedo Besari bin Kyai Kanjeng Kasan Besari bin Kyai Ilyas bin Kyai Mohammad Besari bin Kyai Anom Besari. Lalu dari jalur Ibu saya : Eko Marwanto bin Sri Soemarni binti Soemarlan bin ... (saya tidak tahu dan terus mencari lagi para leluhur ke atas). Dan dari jalur nenek saya (Ibunya Ibu saya) : Eko Marwanto bin Sri Soemarni binti Srini binti Santari binti ...(Saya tidak tahu dan terus mencari silsilah ke atasnya).

      Oleh karena itu, jika ada yang mengetahui eyang dan mbah kami, di antaranya yang sudah disebutkan di atas, maka moion bantuannya untuk memberikan info lebih lanjut agar kami dn kita dapat menjalin shilaturrohim dan persaudaraan yang kini masih belum lengkap di WA saya : 0812 8979 6907 atau e-mail saya di muhammad.muhammad.muhammad@gmail.com

      Atas perhatian, bantuan dan kerja samanya, kami ucapkan dan doakan semoga Alloh memberkahi dan mengumpulkan kita ke dalam golongan yang selamat di dunia, kubur dan di akhirat. Aamiin

      Eko Marwanto bin Sardiwan bin Kastadja
      Desa Lubang Buaya, Setu, Kab. BEKASI

      Hapus
    2. Wa 'alaikum salaam wa rohmatulLooHi wa barokaatuH.

      Saudaraku, The Art Man, perkenalkan nama saya Eko Marwanto bin Sardiwan bin Kastadja bin Sarwan (saya tidak tahu lagi dan masih terus mencari). Sedangkan dari jalur nenek saya (Ibu dari Ayah saya) : Eko Marwanto bin Sardiwan bin Samini bin Nawiarsa Djakawitana/Nawiarsa Djakafitana bin Kyai Nada Besari/Naja Besari/Nedo Besari bin Kyai Kanjeng Kasan Besari bin Kyai Ilyas bin Kyai Mohammad Besari bin Kyai Anom Besari. Lalu dari jalur Ibu saya : Eko Marwanto bin Sri Soemarni binti Soemarlan bin ... (saya tidak tahu dan terus mencari lagi para leluhur ke atas). Dan dari jalur nenek saya (Ibunya Ibu saya) : Eko Marwanto bin Sri Soemarni binti Srini binti Santari binti ...(Saya tidak tahu dan terus mencari silsilah ke atasnya).

      Oleh karena itu, jika ada yang mengetahui eyang dan mbah kami, di antaranya yang sudah disebutkan di atas, maka moion bantuannya untuk memberikan info lebih lanjut agar kami dn kita dapat menjalin shilaturrohim dan persaudaraan yang kini masih belum lengkap di WA saya : 0812 8979 6907 atau e-mail saya di muhammad.muhammad.muhammad@gmail.com

      Atas perhatian, bantuan dan kerja samanya, kami ucapkan dan doakan semoga Alloh memberkahi dan mengumpulkan kita ke dalam golongan yang selamat di dunia, kubur dan di akhirat. Aamiin

      Eko Marwanto bin Sardiwan bin Kastadja
      Desa Lubang Buaya, Setu, Kab. BEKASI

      Hapus
  24. Mohon maaf, saya asal Banjarmasin ibu dari Tumangggal Purbalingga, yg saya tanyakan bisakah kita diakui dari datuk yg secara gaib datang dan membertahu bahwa kami adalah anak cucux. Ceritax begini anak kami yg no 3 dan 4 mendapat anugerah dpt melihat yg gaib, ttp anak no 3 belum berani melihat hal gaib sehingga kami meminta teman yg dpt berkomunikasi di alam gaib. Diadakanlah selamatan dengan mengundang leluhur kami, ketika berkomunikasi dg leluhur kami teman saya bilang datuk saya berasal dari keraton yogya dengan pangkat patih, krn berpakaian spt sultan Hamengkubuwono. Teman sy bilang datukmu menyerahkan anak cucux kpd penguada kerajaan Banjar, krn kami tinggal di bawah kekuasaan kerajaan Banjar. Dirumah kami banyak tersimpan benda pusaka spt keris, alat gamelan, wayang, emas, berlian dll. Pernah oleh orang pintar diadakan penarikan dan keluar emas dan berlian ttp kami ditipu brg tsb di bawa lari. 6 tahun berlalu, datanglah adik angkat saya yg tahu hal gaib memperkenalkan temanx yg bisa menarik benda gaib keturunan Paku Alam dan satux lg keturunan Hb, tetapi penarikan itu gagal krn tdk direstui datuk dan guru saya (habib). Sebelumx saya tanya kpd org yg katax keturunan Paku Alam apakah saya benar ada keturunan keraton Yogya, katax benar. Lalu saya tanya ibu saya apa benar kami ada keturunan keraton yogya. Kata ibu saya dia juga nggak ngerti krn ibu saya kecil eyang byut saya sdh meninggal dan lg zaman itu berkecamuk perang jd tdk sempat bertanya kpd kakek saya, ttp kata ibu saya kakek mempunyai kelebihan supranatural dan setiap bulan suro beliau banyak membersihkan keris pusaka peningggalan eyang buyut, dan kt ibu saya lg kakek buyut saya pd zaman Belanda isi rumahx diranpas Belanda krn menyimpsn barang beharga peningggalan kerajaan. Berikutx saya ketemu org yang bisa brkomunikasi langsung dengan datuk saya, dia bilang memang datuk saya dari kerajaan Yogya dan berpangkat Patih, saya cari info ttg Patih Kerajaan Yogya di internet dan ketemu dengan laman yg menjelaskan trah Patih Danurejo. Saya bawa info ini ke org pintar yg menjeladkan kpd saya tadi ,dan saya sebutkan satu persatu nama Patih Danurejo dari I sampai VIII, katax datuk saya bilang beliau adalah Danurejo III Bergelar Kanjeng Patih SinuwunHarjo Barep Hadiwanaryo. Sampai sekarang beliau sering ada dirumah kami dan setiap saat saya kirim doa haul untuk beliau. Mohon pencerahan apakah bisa kita yg tidak memiliki informasi ttg asal usul leluhur ttp beliaux langsung yg memberi tahu. Ohya tambahan info isteri saya masih keturunan Paku Alam dari eyang putrix Sutarmi Binti Reksodikromo.

    BalasHapus
  25. Salam kenal
    Artikel ini sangat membantu dalam mewujudkan tali silaturahim apalagi kita masih saudara jauh dan semoga silsilah yang ada pada keluarga bisa membantu untuk bisa saling mengenal. Silsilah dari garis ibu saya : ASAL - USUL SAMPEJAN DALEM INGKANG SINUHUN Kangdjeng Susuhunan Prabu Mangkurat Hagung ing Mataram
    1. BRAj Danuredja ...2. RNgt Kartamanggala (RT Nilasraba) ...3. RAj Tjakradrana ...4. RT Resasamodra ...5. R Singawidjaja ...6. R Kasandarsa ...7. RNgt Kasinem Tjakrapermana ...8. R Mochamad Maksum ...9. RNgt Sahli affudin (Siti Affijatun) ...10. Basarudin Mulyanto (saya) ... Semoga ini bisa menjadikan pencerahan dan mohon kalau ada informasi tentang trah ini bisa kirim ke email saya :
    basarudin_mulyanto@yahoo.co.id

    Matur Nuwun

    BalasHapus
  26. Mau tanya,siapakah nama asli dari Kyai Ageng pakotesan,mhon pencerahan nya......

    BalasHapus
  27. Mau tanya,siapakah nama asli dari Kyai Ageng pakotesan,mhon pencerahan nya......

    BalasHapus
  28. Assalaamu 'alaikum. Moho diinfokan mengenai silsilah sejarah Mbah Kastadja Purwokerto bin Buyut Sarwan Purbalingga bin Eyang Mujib Jawa Tengah, ya. Mohon diinfokan kepada kami karena kami sedang menyusun Buku Silsilah Mbah kami, Kastadja Purwokerto ke Nabi Muhammad S'AW, di WA saya 0812 8979 6907 atau marwanto.marwanto76@gmail.com.....Nyuwuuun

    BalasHapus